Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026, setelah mengalami pelemahan signifikan. Indeks utama bursa saham nasional itu terkoreksi sebesar 124,08 poin atau 1,85 persen ke level 6.599,24. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan jual yang meluas di hampir seluruh sektor.
Data perdagangan mencatat, sebanyak 647 saham mengalami penurunan, sementara hanya 129 saham yang berhasil menguat dan 183 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi pada hari itu mencapai Rp20,4 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 29,7 miliar saham. Angka ini menunjukkan aktivitas pasar yang masih tinggi meskipun sentimen negatif mendominasi.
Sementara itu, seluruh indeks sektoral tercatat kompak berada di zona merah. Sektor konsumer non-siklikal, konsumer siklikal, infrastruktur, properti, industri, teknologi, kesehatan, energi, keuangan, bahan baku, hingga transportasi semuanya mengalami pelemahan. Kondisi ini memperkuat sinyal bahwa tekanan jual terjadi secara merata di berbagai lini industri.
Di sisi lain, indeks-indeks acuan lainnya juga mencatatkan koreksi. Indeks LQ45 turun 1,03 persen ke level 651, indeks JII melemah 2,12 persen ke posisi 428, indeks IDX30 terkoreksi 0,58 persen ke angka 369, dan indeks MNC36 turun 0,72 persen ke level 287. Penurunan ini mengindikasikan bahwa saham-saham berkapitalisasi besar dan syariah pun ikut tertekan.
Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham justru mencatatkan kenaikan harga yang signifikan. Tiga saham dengan kenaikan tertinggi atau top gainers adalah PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) yang melonjak 31,33 persen ke Rp109, PT Ciptadana Asset Management Tbk (XCLQ) yang naik 18,99 persen ke Rp94, dan PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) yang menguat 18,28 persen ke Rp3.430.
Namun, di kutub yang berlawanan, sejumlah saham justru menjadi pemicu utama pelemahan. Tiga saham dengan penurunan terdalam atau top losers antara lain PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang ambles 14,98 persen ke Rp880, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang turun 14,88 persen ke Rp3.660, dan PT Pinnacle Persada Investama Tbk (XPSG) yang melemah 14,86 persen ke posisi Rp298.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 1,85% ke 6.599, Terseret Aksi Jual Masif dan Pelemahan Rupiah
TGKA Bagikan Dividen Final Rp285 per Saham, Jadwal Pembayaran Awal Juni 2026
Lebih dari 2.000 Mahasiswa Buka Rekening Baru di Kuartal I 2026, KISI Genjot Literasi Investasi
GMTD Bagikan Dividen Rp4,1 Miliar untuk Tahun Buku 2025, Setara Rp4,03 per Saham