IHSG Anjlok 1,85% ke 6.599, Terseret Aksi Jual Masif dan Pelemahan Rupiah

- Senin, 18 Mei 2026 | 16:40 WIB
IHSG Anjlok 1,85% ke 6.599, Terseret Aksi Jual Masif dan Pelemahan Rupiah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,85 persen ke level 6.599,24 poin pada perdagangan awal pekan, Senin (18/5/2026), setelah sempat mengalami tekanan jual yang dalam hingga lebih dari empat persen sebelum akhirnya memangkas pelemahan pada sesi kedua.

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menjadi sorotan setelah masing-masing ambles 15 persen dan 12 persen. Tekanan juga melanda saham emiten emas seperti PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BMRS) yang ikut terpuruk.

Aksi jual masif terjadi sejak perdagangan dibuka pagi hari. Indeks sempat menyentuh level 6.400 akibat dihantam beragam sentimen negatif, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga sikap bank sentral Amerika Serikat, The Fed, yang masih menerapkan kebijakan moneter ketat.

Sepanjang hari, sekitar 300 juta lot saham diperjualbelikan di pasar reguler dengan frekuensi 2,5 juta kali transaksi. Nilai perdagangan tercatat mencapai Rp18,4 triliun.

Sementara itu, seluruh indeks lain juga kompak melemah. IDX30 turun 0,58 persen dan LQ45 terkoreksi 1,03 persen. Adapun saham JII dan ISSI merosot lebih dalam, masing-masing 2,12 persen dan 1,99 persen. Angka-angka ini menunjukkan bahwa saham-saham berkapitalisasi besar tidak mengalami tekanan sebesar saham lainnya.

Di sisi lain, seluruh sektor industri tercatat melemah. Sektor transportasi menjadi pemberat utama setelah anjlok 6,2 persen, terutama dipicu penurunan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) sebesar 4,7 persen dan PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) yang bergerak volatil dan akhirnya ditutup turun 10 persen.

Adapun saham-saham yang masuk jajaran top losers pada penutupan perdagangan meliputi PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang turun 15 persen ke Rp880, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melemah 12 persen ke Rp750, dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) terkoreksi 11 persen ke Rp2.370.

Meskipun demikian, sejumlah saham berhasil mencatatkan penguatan dan masuk deretan top gainers. Di antaranya PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) yang menguat 9 persen ke Rp3.800, PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) naik 7 persen ke Rp368, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang menguat 6 persen ke Rp11.900.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags