Pemain Muda Persib Dion Mark Bela Rekan yang Ditendang Suporter saat Kericuhan di Parepare

- Senin, 18 Mei 2026 | 17:00 WIB
Pemain Muda Persib Dion Mark Bela Rekan yang Ditendang Suporter saat Kericuhan di Parepare

Kericuhan yang mewarnai laga antara PSM Makassar dan Persib Bandung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, pada Minggu (17/5/2026) masih menyisakan cerita. Pemain muda Persib, Dion Mark, angkat bicara mengenai insiden yang menimpa rekannya, Achmad Jufriyanto, yang menjadi sasaran tendangan oknum suporter yang membanjiri lapangan.

Kekalahan dramatis 2-1 di kandang sendiri menjadi pemicu utama kemarahan sebagian pendukung PSM. Gol kemenangan Persib yang dicetak Julio Cesar pada menit 90 7’ seketika mengubah atmosfer stadion menjadi mencekam. Suporter yang tak terima dengan hasil akhir langsung menyalakan flare dan menyerbu area pertandingan, menciptakan kekacauan yang sulit dikendalikan.

Dalam situasi kacau balau itu, para pemain Persib bergegas menyelamatkan diri menuju ruang ganti. Namun, di tengah kepanikan, Achmad Jufriyanto, yang akrab disapa Jupe, justru menjadi sasaran kekerasan. Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan Jupe berlari di lorong menuju ruang ganti, lalu tiba-tiba seorang suporter datang dari samping dan menendangnya hingga tubuh bek senior itu oleng.

Dion Mark yang saat itu berada tepat di belakang Jupe langsung bereaksi. Pemain berusia 20 tahun itu secara spontan memasang badan untuk menghalangi suporter agar tidak kembali menyerang rekannya. Aksi cepatnya itu pun menuai sorotan luas, dianggap sebagai tindakan berani di tengah situasi yang sangat berbahaya.

Setelah video insiden tersebut viral, Dion Mark memberikan klarifikasi melalui kolom komentar di akun Instagram. Ia mengaku tindakannya merupakan refleks spontan untuk melindungi Jupe dan dirinya sendiri saat mendapat serangan dari penonton. Meski dalam tekanan, ia menegaskan berusaha keras menjaga emosi agar tidak membalas tindakan suporter tersebut.

“Saya mencoba melindungi rekan setim saya, Jupe, dan diri saya sendiri yang saat itu sedang ditendang serta diserang oleh seorang penonton. Itu adalah refleks spontan, tetapi untungnya dalam hati saya berpikir, ‘jangan memukul dia,’ sehingga jelas terlihat saya tidak melakukan pukulan dan tetap bisa menjaga ketenangan,” tulis Dion Mark.

“Saya sangat lega karena tidak menyentuhnya. Semoga semua orang dalam keadaan aman dan kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan, karena situasi tersebut sangat berbahaya bagi para pemain,” tambahnya.

Sikap Dion Mark yang memilih menahan diri di tengah situasi panas mendapat apresiasi luas. Banyak suporter menilai pemain muda Persib tersebut menunjukkan kedewasaan dan mental yang luar biasa. Berbagai komentar dukungan pun membanjiri media sosial, memuji keberaniannya melindungi rekan setim tanpa harus terprovokasi.

Sementara itu, kericuhan ini kembali memunculkan pertanyaan besar mengenai standar keamanan pertandingan sepak bola di Indonesia. Masuknya suporter ke lapangan hingga aksi kekerasan terhadap pemain menjadi alarm serius bagi operator kompetisi dan aparat keamanan. Padahal, secara klasemen, PSM Makassar sudah dipastikan aman dari ancaman degradasi, sehingga hasil laga tersebut sejatinya tidak menentukan nasib mereka musim ini. Namun, emosi sebagian pendukung tetap memuncak hingga berujung tindakan anarkis yang membahayakan pemain.

Beruntung, tidak ada laporan cedera serius dalam insiden tersebut. Meski demikian, kejadian yang menimpa Achmad Jufriyanto dan Dion Mark menjadi pengingat bahwa keselamatan pemain masih menjadi isu krusial yang membutuhkan perhatian lebih serius ke depannya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags