Trump Tunda Serangan ke Iran Atas Permintaan Tiga Pemimpin Teluk

- Selasa, 19 Mei 2026 | 04:15 WIB
Trump Tunda Serangan ke Iran Atas Permintaan Tiga Pemimpin Teluk

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa dirinya telah diminta oleh tiga pemimpin utama negara Teluk untuk menunda rencana serangan militer terhadap Iran. Permintaan itu datang langsung dari Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani; Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman; serta Presiden Uni Emirat Arab, Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Serangan yang semula dijadwalkan berlangsung pada Selasa ini pun akhirnya ditangguhkan.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform Truth Social, Trump menyebut bahwa para pemimpin Teluk tersebut tengah melakukan negosiasi serius dengan Iran. Menurutnya, proses diplomasi itu dinilai akan membuahkan hasil yang dapat diterima oleh Amerika Serikat.

“Bahwa negosiasi serius sedang berlangsung, dan bahwa, menurut pendapat mereka, sebagai Pemimpin dan Sekutu yang Hebat, sebuah Kesepakatan akan dibuat, yang akan sangat dapat diterima oleh Amerika Serikat, serta semua Negara di Timur Tengah, dan sekitarnya,” tulis Trump.

Ia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut, jika tercapai, akan mencakup poin paling fundamental, yakni larangan kepemilikan senjata nuklir bagi Iran. “Kesepakatan ini akan mencakup, yang terpenting, TIDAK ADA SENJATA NUKLIR UNTUK IRAN!” tegasnya.

Sementara itu, Trump mengaku telah memberikan instruksi tegas kepada jajaran militer untuk tidak melancarkan serangan sesuai jadwal awal. Namun, ia tetap memerintahkan pasukan untuk bersiap menghadapi kemungkinan terburuk apabila perundingan gagal.

“Berdasarkan rasa hormat saya kepada para Pemimpin yang disebutkan di atas, saya telah menginstruksikan Menteri Perang, Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Daniel Caine, dan Militer Amerika Serikat, bahwa kita TIDAK akan melakukan serangan terjadwal ke Iran besok, tetapi telah menginstruksikan mereka lebih lanjut untuk bersiap melakukan serangan skala besar ke Iran, kapan saja, jika kesepakatan yang dapat diterima tidak tercapai,” ujar Trump.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar