Iran Tegaskan Tidak Ada Negosiasi dengan AS, Siapkan Respons Keras untuk Serangan

- Selasa, 24 Maret 2026 | 10:25 WIB
Iran Tegaskan Tidak Ada Negosiasi dengan AS, Siapkan Respons Keras untuk Serangan

Iran dengan tegas menyatakan tidak sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini sekaligus membantah berbagai laporan yang beredar soal adanya pembicaraan diam-diam di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.

Menurut kantor berita resmi IRNA, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baghaei, mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pesan dari AS memang telah disampaikan. Pesan itu datang melalui perantara negara-negara yang disebutnya sebagai "sahabat". Intinya, Washington rupanya meminta dialog untuk menghentikan perang.

Namun begitu, Iran sudah memberikan jawaban. "Kami menanggapi sesuai dengan posisi prinsip kami," kata Baghaei, tanpa mau bertele-tele.

Tanggapan itu bukan sekadar penolakan biasa. Iran juga menyelipkan peringatan keras. Mereka mengingatkan akan ada "konsekuensi serius" jika infrastruktur vital negara mereka diserang. Terutama fasilitas energi.

"Setiap tindakan yang menargetkan aset energi Iran akan dihadapi dengan respons yang tegas, segera, dan efektif oleh angkatan bersenjata kami," tegas Baghaei. Ancaman itu disampaikan dengan nada datar, tapi maknanya jelas.

Lebih jauh, sang juru bicara membantah keras klaim bahwa ada negosiasi bahkan sekadar dialog dengan AS dalam 24 hari terakhir. Periode ini merujuk pada sejak pecahnya apa yang oleh Iran disebut sebagai "perang yang dipaksakan" kepada mereka.

Posisi Iran, tutur Baghaei, tetap kokoh dan tidak berubah. Hal ini menyangkut dua isu krusial: status Selat Hormuz yang strategis, dan syarat-syarat apa yang mereka ajukan untuk mengakhiri konflik ini. Pesannya sederhana: tidak ada ruang untuk tawar-menawar.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar