KRI Prabu Siliwangi-321 Tiba di Indonesia, Lakukan Latihan Bersama di Selat Sunda

- Selasa, 24 Maret 2026 | 09:40 WIB
KRI Prabu Siliwangi-321 Tiba di Indonesia, Lakukan Latihan Bersama di Selat Sunda

Kapal Perang Baru TNI AL Akhirnya Tiba di Tanah Air

KRI Prabu Siliwangi-321 telah mendarat di perairan Indonesia. Kapal perang baru TNI Angkatan Laut ini baru saja menyelesaikan Operasi Penyeberangan Jala Raksa-26, dan kedatangannya ditandai dengan tiba di Selat Sunda.

Menurut informasi yang dirilis TNI AL pada Selasa (24/3/2026), penyambutan dilakukan dengan cukup meriah. KRI Bung Karno-369 dari Satuan Kapal Eskorta Koarmada I lah yang mendapat tugas itu. Mereka menggelar passing exercise atau manuver laut bersama, sebuah atraksi yang tak cuma memukau tapi juga menunjukkan profesionalisme dan kesiapan siaga para awak kapal.

Manuver itu berjalan mulus. Penuh semangat. Lebih dari sekadar ritual penyambutan, passex ini benar-benar memperlihatkan betapas solid dan kompaknya kerjasama antar unsur TNI AL saat menjalankan prosedur taktis di tengah laut.

Bagi internal TNI AL, momen seperti ini jelas punya arti penting. Koordinasi dan komunikasi antar kapal perang jadi lebih terasah. Kesiapan operasional pun meningkat, yang ujung-ujungnya ya untuk menjaga kedaulatan wilayah yurisdiksi Indonesia.

Usai serangkaian kegiatan di laut, KRI Prabu Siliwangi-321 tak langsung berlabuh. Kapal ini melanjutkan pelayaran menuju Dermaga Panjang di Lampung. Tujuannya untuk bekal ulang, mempersiapkan segala kebutuhan sebelum akhirnya bertugas penuh.

Kedatangan kapal ini bukan sekadar tambahan armada biasa. Ini adalah tonggak. Sebuah langkah nyata dalam memperkuat postur pertahanan maritim nasional. Bayangkan saja, pelayaran lintas samuderanya melewati Atlantik dan Hindia – sebuah perjalanan panjang yang akhirnya berhasil dituntaskan.

Rencananya, kapal gagah ini akan diresmikan secara langsung di Jakarta pada akhir Maret 2026 nanti. Setelah upacara itu, KRI Prabu Siliwangi-321 akan segera bergabung dan memperkuat barisan Komando Armada RI.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar