Ledakan Petasan di Pekalongan Tewaskan Dua Remaja, Satu Korban Tak Bersalah Turut Terluka

- Selasa, 24 Maret 2026 | 10:30 WIB
Ledakan Petasan di Pekalongan Tewaskan Dua Remaja, Satu Korban Tak Bersalah Turut Terluka

Suara ledakan dahsyat mengguncang sebuah kebun pisang di Kuripan Kidul, Pekalongan, Senin siang lalu. Tiga remaja menjadi korban, dengan kondisi yang sungguh mengenaskan. Dua di antaranya mengalami tangan putus akibat kekuatan ledakan yang tak terduga.

Menurut keterangan warga, kejadiannya sekitar pukul dua siang. Dua remaja, SS (14) dan MM (17), diduga sedang meracik petasan di lokasi sepi itu. Tiba-tiba saja, suara menggelegar memecah kesunyian.

"Saya di rumah dengar suara ledakan keras sekali, sampai tembok rumah bergetar," ujar Syaiful, seorang warga.

"Pas saya ke lokasi, sudah ada tiga korban tergeletak. Dua luka parah, satu luka ringan."

Dia menggambarkan suasana saat itu dengan nada terguncang. Korban yang parah masih sadar, tapi jelas sekali mereka merintih kesakitan. Pemandangannya mengerikan.

SS mengalami luka paling fatal: tangan kirinya putus, tangan kanan dan kaki kanannya hancur. Nasib serupa menimpa MM, yang kehilangan tangan kirinya. Sementara itu, remaja ketiga, AA (14), ternyata sedang tak bersalah. Saat ledakan terjadi, ia sedang asyik mencari burung di sekitar kebun, sekitar 20 meter dari pusat ledakan. Kakinya terluka.

Di sisi lain, polisi telah bergerak cepat. Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setyanto, menyatakan timnya telah melakukan olah TKP. Hasilnya, mereka menemukan satu petasan yang masih berisi bahan peledak dan belasan selongsong kosong beraneka ukuran. Temuan ini menguatkan dugaan adanya aktivitas meracik yang berujung petaka.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan keras. Main-main dengan bahan peledak, sekalipun itu 'hanya' petasan, risikonya nyawa dan anggota tubuh. Kelalaian sesaat bisa berakibat pada penderitaan seumur hidup.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar