“Saya nyoba lowongan, empat-empatnya saya udah masukin. Tes online, psikotes saya sudah selesaikan semua, tapi gagal juga “ ungkapnya.
Lebih lanjut saat perjuangannya masuk Freeport tak kunjung diterima, Yana pun memilih untuk melakukan pekerjaan lain, yakni menjadi tukang ojek online.
“Perjuangan gue setelah gagal, gue ojol, ojol motor,“ terangnya.
Namun, penghasilannya saat menjadi tukang ojek online pun tak kalah menggiurkan dibandingkan gaji di perusahaan.
Dari situ, Yana mengungkapkan jika penghasilannya sebagai tukang ojek online bisa menyentuh di angka delapan hingga sembilan juta rupiah per bulan.
“Di range enam, paling bersihnya enam. Kotor, delapan sembilan (juta) “ terang pemuda yang sangat terobsesi untuk masuk ke PT Freeport Indonesia, namun ternyata memiliki rezeki di tempat lain.***
Sumber: hops
Artikel Terkait
Kemensos: 90% Bansos Reguler Tersalur, Rp632 Miliar Dikucurkan untuk Korban Bencana Sumatera
BRI Salurkan KUR Rp178,8 Triliun dan KPR Subsidi Rp16,6 Triliun Sepanjang 2025
Pemerintah Perpanjang Tenor Dana SAL hingga 2026, BRI Sambut Positif
TikTokers Gowa Didenda Rp1 Miliar Gara-gara Siarkan Langsung BYON Combat Ilegal