“Saya nyoba lowongan, empat-empatnya saya udah masukin. Tes online, psikotes saya sudah selesaikan semua, tapi gagal juga “ ungkapnya.
Lebih lanjut saat perjuangannya masuk Freeport tak kunjung diterima, Yana pun memilih untuk melakukan pekerjaan lain, yakni menjadi tukang ojek online.
“Perjuangan gue setelah gagal, gue ojol, ojol motor,“ terangnya.
Namun, penghasilannya saat menjadi tukang ojek online pun tak kalah menggiurkan dibandingkan gaji di perusahaan.
Dari situ, Yana mengungkapkan jika penghasilannya sebagai tukang ojek online bisa menyentuh di angka delapan hingga sembilan juta rupiah per bulan.
“Di range enam, paling bersihnya enam. Kotor, delapan sembilan (juta) “ terang pemuda yang sangat terobsesi untuk masuk ke PT Freeport Indonesia, namun ternyata memiliki rezeki di tempat lain.***
Sumber: hops
Artikel Terkait
Korban Jiwa Membengkak, Iran Hadapi Gelombang Kerusuhan Terbesar
Ketegangan Iran-AS Memanas, Ketua Parlemen Ancam Serang Israel dan Pangkalan Amerika
Dua Puisi, Satu Semangat: Perlawanan dalam Kata-kata Thukul dan Hanasasmit
Pesta Futsal Asia 2026: Jakarta Siap Gelar Perang Bintang di Kandang Sendiri