Di kantor Kemenkeu, Kamis (9/4) lalu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan target yang cukup ambisius. Dia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 bisa melesat di atas 5,5 persen. Angka itu bukan sekadar wacana. Bagi Purbaya, itu adalah penanda.
"Akan terus membaik, pertumbuhannya. Asal program kita dioptimalkan dengan benar," ujarnya. "Kalau sudah di atas 5,5 persen, kan sudah jelas. Itu artinya ekonomi kita benar-benar sudah belok arah. Saya harap ini bisa mengubah sentimen para pelaku bisnis."
Target tersebut tentu tidak datang dengan sendirinya. Untuk mencapainya, sejumlah langkah konkret akan digenjot. Purbaya menyebutkan, penerimaan pajak akan ditingkatkan. Belanja pemerintah juga dioptimalkan. Tak lupa, permintaan domestik harus terus dipacu, mengikuti tren positif yang sudah terlihat di kuartal pertama tahun ini.
Menariknya, dia secara khusus menepis anggapan bahwa momentum Ramadan dan Lebaran akan jadi penyokong utama. Menurutnya, ada faktor lain yang lebih krusial.
Artikel Terkait
Ginandjar Kartasasmita: Kunci Pulihkan Rupiah Bukan Cetak Uang, Tapi Kepercayaan
BRI dan Pegadaian Luncurkan Fitur Cicil Emas Mulai 0,5 Gram di BRImo
Tim Geypens Kembali Boleh Bermain di Belanda, Izin Kerja Berlaku Hingga 2031
Pemerintah Pantau Ketat Dampak Gejolak Harga Global ke Bahan Baku Plastik