"Kami masih dalam proses untuk menelaah lebih detail item-item yang kemudian kita bisa efisiensikan," jelasnya.
Artinya, laporan realisasi anggaran yang disampaikan hari itu pun belum memasukkan hitungan efisiensi tahap ketiga ini. Yassierli menyebut pagu anggaran Kemenaker untuk tahun 2026 sebesar Rp5,99 triliun. Realisasinya per 8 April lalu sudah mencapai 31,87 persen. Angka itu, sekali lagi, belum disesuaikan dengan permintaan Kemenkeu.
Dia juga menyinggung soal pagu yang tak bisa digunakan. "Dan ada beberapa pagu yang tidak bisa digunakan yang sifatnya pencadangan untuk RO khusus dan ada blokir juga sebesar Rp265 sekian miliar," tambahnya, melengkapi paparan.
Jadi, situasinya masih cair. Proses telaah internal masih berjalan di Kemenaker untuk menentukan langkah selanjutnya, sementara desakan efisiensi dari bendahara negara sudah tertera jelas di atas kertas.
Artikel Terkait
Mediasi Kasus Pandji Pragiwaksono Berjalan Santai dan Sejuk di Polda Metro Jaya
Pemerintah Yakin Ekonomi Tumbuh 5,5% di 2026, Bantah Proyeksi Bank Dunia
BNN Temukan Kandungan Narkotika dalam Cairan Vape, Usulkan Pelarangan
Kejati DKI Geledah Kantor KemenPU, Menteri Dody Mengaku Tak Diberi Penjelasan