Pagi itu di studio, Jessica Iskandar terlihat sedikit lemas namun tetap bersemangat. Ia baru saja melalui pengalaman yang cukup menguras tenaga: didiagnosis mengalami gejala Hepatitis A. Seperti yang kita tahu, Hepatitis A itu radang hati akut yang disebabkan virus. Penularannya biasanya lewat makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi, seringnya dari tangan yang kurang bersih.
Nah, dalam obrolannya di program Pagi Pagi Ambyar, Jedar sapaan akrabnya berbagi cerita soal tanda-tanda awal yang dirasakan. Gejala utamanya? Demam tinggi yang nggak kunjung reda.
"Gejalanya, aku demam sampai 39,9 derajat setiap hari, naik turun selama delapan hari," ungkap Jedar.
Di hari ketiga, kondisinya makin nggak karuan. Akhirnya, ia dilarikan ke rumah sakit. Tapi, ini yang bikin bingung. Setelah menjalani serangkaian tes, hasilnya negatif untuk penyakit infeksi umum seperti DBD, tifus, atau chikungunya. Karena demamnya mulai mereda, Jedar pun memutuskan pulang. Rasanya lega, pikirnya mungkin hanya kelelahan biasa.
Tapi ternyata, perjalanannya belum selesai. Begitu sampai rumah, demamnya kembali menyerang. Vincent Verhaag, suaminya, langsung membawanya kembali ke rumah sakit. Kali ini, pemeriksaan lebih mendalam dilakukan, mulai dari CT scan hingga tes darah ulang. Dan dari hasil tes darah itulah terungkap masalahnya: ada gangguan pada organ hati. Dokter kemudian menyimpulkan, Jedar menunjukkan gejala Hepatitis A.
"Sampai CT scan badan, CT scan kepala, ternyata enggak apa-apa. Akhirnya tes darah lagi. Barulah dilihat kadar hemoglobin apa, 'Oh, ini kenanya ke hati.' Prediksi dokter hepatitis A. Tapi masih gejala, karena cuma turunnya dikit," jelasnya.
Lalu, apa penyebabnya? Jedar mengaku agak lupa makanan atau minuman mana yang jadi biang kerok. Namun, ada satu hal yang ia curigai. Artis berusia 38 tahun ini menyinggung soal asisten rumah tangga barunya yang kebiasaan higienisnya kurang baik.
"Kayaknya (kena) di rumah, soalnya waktu itu ada karyawan baru, dia agak jorok, jarang cuci tangan. Dia bikinin aku jus, potongin aku buah, mungkin nggak cuci tangan, aku rasa kotor," ucap Jessica.
Cerita Jedar ini jadi pengingat buat kita semua. Kebersihan memang hal sepele, tapi dampaknya bisa serius. Apalagi soal makanan yang langsung kita konsumsi. Siapa sangka, dari buah yang dipotong tangan yang kurang bersih, bisa berujung pada gangguan kesehatan yang cukup serius.
Artikel Terkait
Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selama Cuti Bersama Idul Adha 1447 H
Wamendesa: Kritik pada Program Pemerintah Bagian dari Demokrasi, Semua Pihak Diajak Bangun Desa
China Serukan Gencatan Senjata Komprehensif di Kawasan Teluk dalam Pertemuan PBB
Polisi Tanggamus Tangkap Lima Pemburu Rusa Sambar di Kawasan Hutan Konservasi