Di panggung persenjataan global, ada satu jenis senjata yang selalu jadi ukuran kekuatan: rudal balistik antarbenua, atau ICBM. Bayangkan saja, rudal-rudal ini bisa melintasi samudera dan benua, menghantam target ribuan kilometer jauhnya dengan kecepatan yang sulit dibayangkan. Itulah mengapa negara-negara besar terus berinvestasi besar-besaran di sini. Teknologinya berkembang pesat, dan persaingannya makin ketat.
Nah, bicara soal yang tercanggih, beberapa nama kerap muncul dalam laporan intelijen dan analisis militer. Mereka bukan hanya soal jarak tempuh, tapi juga kecerdikan untuk menghindari pertahanan musuh.
RS-28 Sarmat (Rusia): Sang "Setan" Baru
Rusia punya RS-28 Sarmat, yang dijuluki "Satan II" oleh NATO. Monster ini sanggup terbang sejauh 18.000 km dan membawa 15 hulu ledak sekaligus. Yang bikin ngeri, rudal ini dikabarkan bisa mengambil jalur melalui orbit trik yang dirancang khusus untuk mengakali sistem pertahanan anti-rudal.
DF-41 (Tiongkok): Hantu yang Bergerak
Dari Tiongkok, ada DF-41. Keunggulan utamanya? Mobilitas. Rudal ini diangkut truk peluncur bergerak, sehingga bisa berpindah-pindah dan sangat sulit dilacak posisinya sebelum diluncurkan. Dengan kemampuan membawa sepuluh hulu ledak, ia adalah ancaman yang sangat fleksibel.
LGM-35 Sentinel (AS): Penerus Legenda
Amerika Serikat tak mau ketinggalan. Mereka sedang mengembangkan LGM-35 Sentinel untuk menggantikan rudal Minuteman III yang sudah tua. Sentinel dijanjikan punya presisi lebih tinggi dan sistem keamanan yang lebih mutakhir, menjadi tulang punggung baru arsenal nuklir AS.
Artikel Terkait
Bank Dunia Soroti Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Gejolak Harga Energi Global
KAI Logistik Peroleh Sertifikasi Halal untuk Layanan Pengiriman Retail
Pemerintah Pertahankan Target Pertumbuhan 5,5% Meski Bank Dunia Pangkas Proyeksi
Hasil Uji Coba Buruk, Kinerja Pelatih Timnas U-17 Kurniawan Dwi Yulianto Dipertanyakan