Mediasi Kasus Pandji Pragiwaksono Berjalan Santai dan Sejuk di Polda Metro Jaya

- Kamis, 09 April 2026 | 16:50 WIB
Mediasi Kasus Pandji Pragiwaksono Berjalan Santai dan Sejuk di Polda Metro Jaya

JAKARTA Setelah berbulan-bulan, proses mediasi antara komika Pandji Pragiwaksono dan para pelapor kasus dugaan penistaan agama akhirnya terlaksana. Bertempat di Polda Metro Jaya, Kamis (9/4/2026) lalu, Pandji mengaku lega. Bagi dia, dialog langsung ini sudah lama dinantikan.

"Akhirnya bisa kesampaian juga," ujarnya.

Suasana ruang mediasi, menurut pengakuannya, jauh dari bayangan. Alih-alih tegang dan alot, pertemuan itu justru berjalan santai. Pandji mengira akan ada banyak perdebatan sengit, namun kenyataannya berbeda. "Prosesnya sangat-sangat santai. Ternyata berjalan dengan sejuk, ditutup dengan ketawa-ketawa," katanya menggambarkan.

Dari percakapan itu, dia merasa bisa memahami titik keresahan para perwakilan umat Islam yang melaporkannya. Pandji menyebut, keresahan itu akan dia jadikan catatan berharga.

"Jadi ini proses yang berjalan dengan sangat baik. Saya sih sendiri sudah ngerti posisi keresahan beliau-beliau dan saya jadikan catatan untuk ke depannya bisa lebih baik," jelas Pandji.

Tak hanya mendengar, dia juga mendapat kesempatan untuk menjelaskan maksud pernyataannya dalam acara stand up comedy "Mens Rea" yang menjadi pangkal laporan. Dialog dua arah itulah yang dia harapkan.

Harapan untuk berjumpa dan berbicara langsung ini bahkan sudah dia sampaikan ke pengacaranya, Haris Azhar, sejak lama. "Menurutnya, mediasi ini telah lama ditunggu-tunggu," tuturnya.

Laporan ke Polda Metro Jaya sendiri menyeret nama Pandji terkait dugaan pencemaran nama baik. Bermula dari materi stand up comedy yang dia bawakan di acara tersebut.

Namun begitu, Pandji bersikukuh tidak pernah berniat menista agama. Niatnya dan rekan komika lainnya sederhana: menghibur. Di tengah situasi sekarang ini, hiburan justru sesuatu yang dibutuhkan.

"Tentu ada saja kemungkinan kesalahpahaman," akunya dalam kesempatan terpisah, Jumat (6/2/2026).

"Tapi kami bersiap atau menyiapkan diri untuk dialog. Jadi nggak ada alasan khawatir karena memang dari awal semuanya, termasuk saya niatnya menghibur masyarakat Indonesia."

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar