JAKARTA Setelah berbulan-bulan, proses mediasi antara komika Pandji Pragiwaksono dan para pelapor kasus dugaan penistaan agama akhirnya terlaksana. Bertempat di Polda Metro Jaya, Kamis (9/4/2026) lalu, Pandji mengaku lega. Bagi dia, dialog langsung ini sudah lama dinantikan.
"Akhirnya bisa kesampaian juga," ujarnya.
Suasana ruang mediasi, menurut pengakuannya, jauh dari bayangan. Alih-alih tegang dan alot, pertemuan itu justru berjalan santai. Pandji mengira akan ada banyak perdebatan sengit, namun kenyataannya berbeda. "Prosesnya sangat-sangat santai. Ternyata berjalan dengan sejuk, ditutup dengan ketawa-ketawa," katanya menggambarkan.
Dari percakapan itu, dia merasa bisa memahami titik keresahan para perwakilan umat Islam yang melaporkannya. Pandji menyebut, keresahan itu akan dia jadikan catatan berharga.
"Jadi ini proses yang berjalan dengan sangat baik. Saya sih sendiri sudah ngerti posisi keresahan beliau-beliau dan saya jadikan catatan untuk ke depannya bisa lebih baik," jelas Pandji.
Tak hanya mendengar, dia juga mendapat kesempatan untuk menjelaskan maksud pernyataannya dalam acara stand up comedy "Mens Rea" yang menjadi pangkal laporan. Dialog dua arah itulah yang dia harapkan.
Artikel Terkait
BPOM Resmi Larang Peredaran Bebas Gas Ketawa, Kini Berstatus Gas Medis
Transaksi QRIS Tumbuh 89%, Jumlah Pedagang Mikro Naik Dua Kali Lipat
Pegadaian dan SMBC Jepang Jalin Kerja Sama Pendanaan untuk Ultra Mikro dan UMKM
KainIndonesia.co Sulap Wastra Nusantara Jadi Fesyen Modern, Didukung LinkUMKM BRI