Di Istana Negara, Rabu lalu, Presiden Prabowo Subianto memberikan perintah tegas. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diminta segera mengevaluasi dan menindak tegas praktik tambang ilegal di Indonesia. Arahan ini disampaikan langsung dalam Taklimat Presiden kepada para menteri dan pejabat tinggi negara.
Menurut sejumlah saksi, Prabowo mengaku telah menerima laporan soal ratusan Izin Usaha Pertambangan (IUP) bermasalah yang beroperasi di kawasan hutan lindung. Dia tak tinggal diam. Data itu kemudian diverifikasi ke Kementerian Kehutanan, dan temuannya makin memperkuat: banyak dari tambang itu bahkan tak punya izin untuk menebang kayu sekalipun.
"Segera evaluasi. Kalau nggak jelas, cabut semua itu," tegas Prabowo dengan nada keras.
Dia menambahkan, pemerintah sudah kehabisan waktu untuk bersikap lunak. "Kita sudah nggak ada waktu untuk terlalu kasihan. Nggak ada kasihan sekarang. Kita hanya membela kepentingan nasional dan kepentingan rakyat," ucapnya.
Pesan itu jelas: kepentingan pribadi atau kelompok mana pun tak boleh jadi penghalang. Prabowo bahkan menyebut secara gamblang. "Kepentingan kawan, kepentingan konco, kepentingan keluarga, kepentingan kelompok nomor berapa?" tanyanya retoris. Dia mendesak agar evaluasi dilakukan secepat mungkin.
Artikel Terkait
Pemerintah dan Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman dan Biaya Turun Rp2 Juta
Pemerintah Jamin Biaya Haji 2026 Tak Naik Meski Ada Dampak Konflik Timur Tengah
Pemerintah Alokasikan Rp1,77 Triliun APBN untuk Tanggung Kenaikan Biaya Haji Akibat Lonjakan Avtur
Presiden Prabowo Tegaskan Kunjungan Luar Negeri untuk Jamin Pasokan Minyak