Rabu (8/4) lalu, Istana Kepresidenan Jakarta ramai oleh para pejabat tinggi. Mulai dari menteri, wakil menteri, hingga kepala lembaga berkumpul untuk mendengar taklimat dari Presiden Prabowo Subianto. Di tengah forum itu, Prabowo angkat bicara soal sederet kunjungan dinasnya ke luar negeri yang belakangan ramai jadi pembicaraan.
Intinya, ia ingin meluruskan anggapan. “Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri, senang jalan-jalan ke luar negeri,” ujarnya, menirukan omongan yang mungkin beredar.
Lalu ia menegaskan, “Saudara-saudara, untuk amankan minyak, saya harus ke mana-mana.”
Jadi, bukan sekadar perjalanan biasa. Menurut Presiden, semua itu punya tujuan yang sangat konkret: menjaga pasokan minyak untuk kebutuhan dalam negeri. Situasi geopolitik global saat ini memang sedang bergejolak. Karena itulah, pemerintah merasa perlu aktif menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai negara. Tujuannya jelas, menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama di sektor energi yang vital.
Beberapa kunjungan yang sudah dilakukan adalah bagian dari strategi itu. Sebelumnya, Prabowo telah terbang ke Jepang pada akhir Maret, lalu dilanjutkan ke Korea Selatan. Kerja sama ekonomi, termasuk energi, jadi fokus utama pembicaraan.
Dan rupanya, perjalanan belum berhenti sampai di situ.
“Aku mau berangkat lagi ke sebuah negara,” kata Prabowo, sedikit berbisik. “Nanti begitu aku berangkat, kau tahu kemana. Amankan (minyak) juga.”
Di sisi lain, Presiden menegaskan bahwa semua langkah diplomatik ini tetap berpegang pada prinsip bebas aktif. Indonesia, katanya, membangun hubungan baik dengan siapa saja demi menciptakan stabilitas dan kerja sama yang saling menguntungkan.
Prabowo terlihat cukup optimis dengan posisi Indonesia. Di tengah ketidakpastian global yang mencemaskan banyak pihak, ia justru punya keyakinan lain.
“Saya percaya diri, tidak ada itu bagi saya ‘Indonesia gelap’. Indonesia cerah di saat banyak negara susah,” tegasnya.
Bahkan, ia menyebut Indonesia akan jadi salah satu tempat yang relatif aman jika na’uzubillah konflik global meluas.
“Kalau terjadi perang dunia ketiga, negara mana yang aman? Indonesia termasuk papan atas,” katanya mantap.
Pesan yang disampaikan Presiden dalam forum itu cukup jelas: setiap perjalanan dinasnya punya misi strategis. Dan untuk urusan mengamankan energi, tampaknya roda diplomasi akan terus berputar.
Artikel Terkait
Prabowo Penuhi Undangan Macron ke Paris, Kunjungan yang Sempat Tertunda Kini Terlaksana
Penjualan Tiket Pelni Tembus 39.797 Selama Libur Iduladha, Bau-Bau dan Makassar Jadi Rute Favorit
Ekonom: Kebijakan Ekspor SDA Satu Pintu Jangan Sampai Ciptakan Monopoli Birokrasi Baru
Golkar DKI Jakarta Potong 117 Hewan Kurban untuk Iduladha 1447 H, Sebar ke Lima Wilayah