Selasa malam lalu, Donald Trump berdiri di hadapan Kongres untuk menyampaikan pidato State of the Union. Suasana di ruang sidang itu tegang, terbelah. Di satu sisi, ia memaparkan capaian ekonomi yang menurutnya luar biasa. Di sisi lain, sorotan tajam diarahkan ke isu imigrasi dan ketegangan dengan Iran. Pidato itu tercatat sebagai yang terpanjang dalam masa jabatannya.
Dengan penuh keyakinan, Trump menyatakan bahwa Amerika telah "kembali". Ekonomi, katanya, "menggeliat seperti belum pernah sebelumnya". Ia menyebut angka produksi minyak yang melonjak dan produksi gas alam yang mencapai rekor tertinggi. "Karena saya menepati janji untuk mengebor, baby, mengebor," ujarnya, disambut riuh tepuk tangan dari kubu Republik.
Soal perbatasan, klaimnya tak kalah bombastis. Ia menyebut Amerika kini punya perbatasan terkuat dan paling aman sepanjang sejarah. Menurutnya, era sebelumnya membiarkan "jutaan dan jutaan" imigran ilegal masuk tanpa kendali.
Nuansa kemenangan coba ditunjukkan dengan kehadiran tim hoki es putra AS, yang baru saja meraih emas di Olimpiade Musim Dingin. Penjaga gawang Connor Hellebuyck bahkan dianugerahi Presidential Medal of Freedom di tengah sidang. Seolah, momen itu menjadi simbol dari narasi "America winning" yang terus digaungkannya.
Sorotan ke Iran dan Venezuela
Namun begitu, pidato tak hanya soal dalam negeri. Beralih ke luar negeri, Trump menyasar Iran dengan keras. Negara itu disebutnya sebagai "sponsor teror nomor satu di dunia". Ia bersumpah tak akan pernah mengizinkan Teheran memiliki senjata nuklir.
"Mereka sudah mengembangkan rudal yang bisa ancam Eropa dan pangkalan kita," tegasnya. Tanpa menyertakan bukti, ia menambahkan bahwa militer Iran diklaim sedang berupaya membangun rudal yang bisa menjangkau AS. Meski demikian, di tengah ketegangan yang memanas, Trump bilang pilihannya adalah menyelesaikan masalah lewat jalur diplomasi.
Ia juga menyentuh Venezuela, menyebut adanya "awal baru yang cerah" setelah operasi penculikan terhadap Presiden Nicolas Maduro bulan Januari lalu. Menurut Trump, aksi itu membuat para pemimpin dunia terkesan.
Artikel Terkait
Kapolri Tegaskan Media Mitra Strategis, Minta Jajaran Responsif Terhadap Pemberitaan
Mendagri Tito Karnavian Dukung Penuh Program 3 Juta Rumah Prabowo
BNN dan Bea Cukai Amankan 4.080 Butir Ekstasi di Kos-kosan Bekasi
PetFuria dan Unair Jalin Kerja Sama untuk Tingkatkan Standar Industri Perawatan Hewan