Harga avtur yang melonjak drastis awal April ini sempat bikin cemas calon jemaah haji. Bagaimana tidak? Kenaikan biaya penerbangan yang harus mereka tanggung bisa mencapai puluhan juta rupiah per orang. Tapi tenang saja. Pemerintah akhirnya memutuskan untuk turun tangan.
Negara bakal menanggung selisih biaya itu sepenuhnya. Jadi, beban tambahan akibat meroketnya harga bahan bakar pesawat itu tidak akan dibebankan ke jemaah.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan sumber dananya. "Kita kan sudah efisiensi. Itu efisiensi dihitung setahun, sampai akhir tahun kan. Nanti itu akan disalurkan ke yang tadi, ke pengeluaran baru,"
katanya di Istana Kepresidenan, Rabu lalu.
Alokasi tambahan anggarannya tidak main-main: Rp1,77 triliun. Dana segitu bakal dikucurkan untuk menutupi kenaikan biaya operasional pesawat bagi jemaah haji tahun 2026. Sumbernya dari pos cadangan APBN yang terkumpul berkat optimalisasi dan penghematan belanja negara.
Lonjakan harga avtur April kemarin memang luar biasa. Data Pertamina mencatat, untuk rute domestik saja harganya naik rata-rata 70 persen. Sementara untuk penerbangan internasional, kenaikannya lebih gila lagi, mencapai 80 persen.
Artikel Terkait
Pemerintah dan Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman dan Biaya Turun Rp2 Juta
Pemerintah Jamin Biaya Haji 2026 Tak Naik Meski Ada Dampak Konflik Timur Tengah
Presiden Prabowo Tegaskan Kunjungan Luar Negeri untuk Jamin Pasokan Minyak
Mensos Gus Ipul Uji Coba Mobil Listrik Hasil Undian Tak Terklaim untuk Operasional