Pemerintah belum menetapkan status bencana nasional untuk banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Jakarta, Senin lalu.
Meski begitu, Tito menegaskan bahwa respons penanganan dari hari pertama sudah setara dengan skala nasional. "Penetapan resminya memang belum," katanya. "Tapi perlakuannya sudah nasional. Dari awal, pemerintah pusat langsung turun tangan dengan prosedur dan upaya yang maksimal, all out."
Menurutnya, status formal memang punya arti. Namun yang jauh lebih krusial adalah aksi nyata di lapangan.
"Soal status itu penting, iya. Tapi yang paling utama kan perlakuan dan tindakannya. Itu yang lebih penting, bahwa tindakan kita sudah berskala nasional," ucap Tito.
Di sisi lain, proses pendataan untuk korban yang rumahnya hancur masih terus berjalan. Pemerintah berencana membangun hunian sementara atau huntara bagi mereka.
"Kalau saya ingat, sampai hari ini huntara belum dibangun. Nah, saat ini tim sedang mendata siapa saja yang rumahnya benar-benar roboh dan membutuhkan tempat tinggal sementara," jelasnya.
Sementara menunggu, banyak warga masih bertahan di lokasi pengungsian. Mereka tersebar di berbagai tempat ada yang di masjid, gedung pemerintah, atau tenda darurat.
"Ada yang di masjid, ada yang di gedung, ada di kantor pemerintah, dan ada juga yang masih di tenda," kata Tito menggambarkan kondisi saat ini. "Sebagian lainnya mulai membereskan rumah mereka yang tidak terlalu parah terendam lumpur."
Artikel Terkait
PPIH Terapkan Sistem Penomoran Hotel Berbasis Sektor untuk Permudah Jemaah Haji di Makkah
Kebakaran Lahan 5.000 Meter Persegi di Kelapa Gading Berawal dari Pembakaran Sampah Sembarangan
Trump Batalkan Misi Diplomatik ke Pakistan, Isyaratkan Tak Ada Eskalasi Perang dengan Iran
Ledakan Bom di Kolombia Tewaskan Tujuh Warga Sipil, Kekerasan Memuncak Jelang Pilpres