Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal kebijakan harga BBM subsidi yang belakangan ramai dibicarakan. Menurutnya, keputusan untuk menahan kenaikan itu datang langsung dari atas. Instruksinya dari Presiden Prabowo Subianto sendiri.
Namun begitu, Purbaya meluruskan satu hal. Prosesnya nggak cuma melibatkan Kementerian Keuangan doang. Ini kerja bareng-bareng, hasil koordinasi dengan sejumlah kementerian lain. Perannya, kata dia, cuma menerjemahkan arahan Presiden menjadi kalkulasi anggaran yang masuk akal. Semua itu tentu dengan mempertimbangkan gejolak harga minyak dunia plus dampak sosialnya di dalam negeri.
"Tapi saya tekankan di sini, itu bukan kerjaan saya sendiri. Itu kerjaan gabungan kementerian yang lain juga. Yang lebih penting lagi, itu semua dikerjakan setelah mendapat arahan dari Pak Presiden,"
ujar Purbaya kepada media di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Dia mengakui, peran sentral Presiden dalam hal-hal teknis seperti ini seringkali luput dari sorotan. Padahal, koordinasi di bawah komando kepala negara itu krusial. "Jadi saya sering lupa bilang itu. Jadi saya itu cuma tangannya Presiden saja. Tapi kadang-kadang kita nggak ngomong itu," jelasnya polos.
Artikel Terkait
Ketua Relawan Jokowi-Gibran Ungkap Pengakuan Rismon: Suara di Video Tuding JK Didanai Kasus Ijazah Adalah AI
Anggaran Infrastruktur Berbasis Masyarakat Ditargetkan Rp5,48 Triliun pada 2026
Polisi Ungkap Modus Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Rugikan Negara Rp1,2 Triliun
Mister Aladin Tawarkan Tiket Jakarta-Bangkok Rp 4,3 Jutaan untuk Akhir Mei 2026