Anggaran Infrastruktur Berbasis Masyarakat Ditargetkan Rp5,48 Triliun pada 2026

- Selasa, 07 April 2026 | 19:50 WIB
Anggaran Infrastruktur Berbasis Masyarakat Ditargetkan Rp5,48 Triliun pada 2026

Anggaran untuk infrastruktur yang digerakkan oleh warga, atau Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM), ternyata dapat tembus Rp5,48 triliun di tahun 2026. Itu yang disampaikan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Selasa lalu.

Menurutnya, dana sebesar itu akan dipakai untuk mendukung lebih dari 15 ribu lokasi program di berbagai sektor. Targetnya memang ambisius.

"Kami akan tetap mengalokasikan anggaran untuk IBM sebesar Rp5,48 triliun dengan konsekuensi penyesuaian pada anggaran kegiatan-kegiatan yang non-infrastruktur berbasis masyarakat,"

Ucap Dody dalam rapat tersebut.

Nah, kalau dirinci, program terbesarnya ada di sektor irigasi. Tepatnya untuk Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), yang menyasar 12.000 lokasi. Jumlahnya jauh mengalahkan target-target lain.

Di sisi lain, pemerintah juga punya daftar panjang pekerjaan. Mulai dari membangun 118 unit jembatan gantung, 808 lokasi untuk program infrastruktur sosial ekonomi wilayah, sampai ratusan lokasi penyediaan air minum dan sanitasi berbasis komunitas. Tak ketinggalan, ada pula target sanitasi untuk lembaga pendidikan keagamaan dan puluhan tempat pengolahan sampah.

Perjalanan anggaran ini sebenarnya berliku. Awalnya, pagu untuk 2026 cuma ditetapkan Rp4,8 triliun. Setelah dibahas dengan DPR, angkanya naik jadi Rp5,48 triliun. Tapi, ceritanya belum selesai.

Masalah muncul saat proses optimalisasi oleh Kementerian Keuangan. Anggaran IBM tiba-tiba dipotong drastis jadi Rp950 miliar. Alasannya klasik: data pendukung dianggap belum memadai.

Namun begitu, Dody memastikan bahwa pihaknya sedang berupaya mengembalikan angka itu. Mereka tengah berkonsolidasi internal dengan jajaran direktorat jenderal.

"InsyaAllah Pak, kami sudah melakukan eksorsis beberapa kali dengan teman-teman di Direktorat Jenderal. Insya Allah kami akan kembalikan kembali sesuai komitmen dari awal kami, Rp5,48 triliun untuk infrastruktur berbasis masyarakat,"

Jelasnya, dengan nada optimis. Upaya itu dilakukan agar komitmen awal untuk masyarakat tak hanya jadi wacana.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar