Anak Tewaskan Ayah Kandung dengan Tebasan di Leher di Pinggir, Motif Masih Diselidiki

- Selasa, 07 April 2026 | 20:45 WIB
Anak Tewaskan Ayah Kandung dengan Tebasan di Leher di Pinggir, Motif Masih Diselidiki

Kecamatan Pinggir diguncang sebuah peristiwa yang sulit dipercaya. Seorang ayah tewas dibunuh dengan cara yang sangat keji, dan pelakunya bukan orang lain: anak kandungnya sendiri. Kabar ini tentu saja membuat warga sekitar heboh dan bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi di balik tembok rumah keluarga itu.

Kondisi korban saat ditemukan sungguh memilukan. Tubuhnya bersimbah darah, dengan luka tebasan di leher yang begitu dalam hingga nyaris memutusnya. Adegan mencekam itu terjadi di dalam rumah mereka sendiri.

Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, telah mengonfirmasi insiden mengerikan ini. Menurutnya, pihak kepolisian sudah bergerak cepat.

"Benar, pelaku anaknya sendiri. Saat ini pelaku sudah kami amankan,"

kata Fahrian, Selasa (7/4/2026).

Semuanya berawal dari suara keributan. Tetangga yang mendengar kegaduhan dari rumah korban lantas bergegas mendatangi tempat kejadian. Dan mereka menemukan pelaku masih berada di lokasi, tidak berusaha melarikan diri.

"Pelaku nggak kabur, ada di rumahnya,"

imbuh Kapolres.

Untuk saat ini, motif di balik tindakan pelaku masih menjadi tanda tanya besar. Polisi pun belum bisa menyimpulkan apa pun. Yang jelas, pemeriksaan intensif sedang dilakukan untuk mengungkap setiap detail duka ini.

"(Motifnya) sedang kami dalami, kalau menurut tetangga anaknya ini baik. Makanya kami akan periksa dahulu untuk membuat terang peristiwanya seperti apa,"

pungkas Fahrian.

Narasi dari tetangga yang menyebut sang anak "baik" justru menambah rumit rasa penasaran. Ada apa sebenarnya? Pertanyaan itu hanya bisa dijawab dengan penyelidikan yang lebih mendalam. Sementara itu, suasana duka dan keheranan masih menyelimuti wilayah Pinggir.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar