Laporan kinerja tahunan Amar Bank baru saja dirilis, dan angkanya cukup menggembirakan. Sepanjang 2025, bank yang berkode AMAR ini berhasil membukukan laba bersih Rp249,6 miliar. Angka itu naik signifikan, sekitar 16,1%, dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level Rp215 miliar.
Bagi Vishal Tulsian, Direktur Utama Amar Bank, ini bukan sekadar angka biasa. “Capaian laba tahun 2025 merupakan laba tertinggi sepanjang perjalanan Amar Bank,” ungkapnya.
Dia menilai, hasil ini menunjukkan fokus bank dalam membangun pertumbuhan yang berkualitas, bukan sekadar mengejar ekspansi.
“Kami berhasil mendorong ekspansi kredit secara sehat, menjaga kualitas aset tetap terkelola dengan baik, dan pada saat yang sama melanjutkan tren pertumbuhan laba secara konsisten,” jelas Vishal dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Memang, guratan pertumbuhan itu terlihat jelas di sisi penyaluran kredit. Sepanjang tahun lalu, kredit yang disalurkan melonjak 35,7% menjadi hampir Rp4 triliun, tepatnya Rp3,98 triliun. Yang lebih menarik, pertumbuhan agresif itu justru dibarengi dengan perbaikan kualitas aset. Rasio kredit macet atau NPL net membaik jadi 0,83%, turun dari posisi 1,07% di periode sebelumnya.
Lalu, apa pendorongnya? Ternyata, ekspansi di segmen pinjaman digital lewat platform Tunaiku punya andil besar. Di sisi lain, perbaikan kualitas aset yang konsisten juga memperkuat fondasi untuk tumbuh secara sehat. Ini sekaligus melanjutkan tren positif yang sudah berjalan tiga tahun berturut-turut.
Artikel Terkait
BPUD Geber Konsolidasi 15 BUMN Logistik, Target Rampung dalam Sebulan
Proyeksi Laba Operasional Samsung Kuartal I-2026 Tembus Rp650 Triliun, Dipicu Demam AI
Roy Suryo Dukung Pelaporan Rismon, Minta Polisi Usut Video Tudingan Dana JK untuk Isu Ijazah Jokowi
Ketua Relawan Jokowi-Gibran Ungkap Pengakuan Rismon: Suara di Video Tuding JK Didanai Kasus Ijazah Adalah AI