Pemerintah Tanggung PPN dan Hilangkan Bea Masuk Sparepart untuk Tekan Dampak Kenaikan Avtur

- Selasa, 07 April 2026 | 20:45 WIB
Pemerintah Tanggung PPN dan Hilangkan Bea Masuk Sparepart untuk Tekan Dampak Kenaikan Avtur

Oleh: Redaksi TVRINews


Jakarta Tren kenaikan harga minyak dunia memang tak ada habisnya memberi tekanan. Kali ini, giliran industri maskapai penerbangan yang mendapat sorotan. Pemerintah pun akhirnya turun tangan dengan sejumlah kebijakan baru.

Naiknya harga avtur, yang bisa menyedot hingga 40 persen biaya operasional maskapai, jelas bikin pusing. Tekanan itu terasa betul. Maka, sebagai langkah awal, pemerintah menaikkan fuel surcharge untuk semua jenis pesawat menjadi 38 persen.

Tapi, langkah itu saja belum cukup. Ada kekhawatiran besar: harga tiket pesawat bakal ikut melambung. Untuk mencegah hal itu, pemerintah mengambil langkah lain. Mereka akan menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPN) lewat skema Ditanggung Pemerintah (DTP).

Stimulus ini rencananya berjalan dua bulan, dengan anggaran tak main-main: Rp2,6 triliun.

Belum selesai. Ada insentif tambahan berupa penurunan bea masuk suku cadang pesawat jadi nol persen. Harapannya, biaya operasional maskapai bisa lebih ringan lagi.

Lantas, bagaimana tanggapan dari dalam industri? Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menilai langkah-langkah ini sudah tepat sasaran.

“Kami melihat kebijakan ini sudah sesuai dengan kebutuhan maskapai serta masyarakat,” ujar Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, Selasa (7 April 2026).

“Dukungan pemerintah lewat penghapusan sementara PPN 11 persen dan bea masuk sparepart jadi 0 persen ini sangat membantu,” tambahnya.

Denon berharap implementasinya di lapangan bisa cepat. Dengan begitu, operasional maskapai tetap terjaga, keselamatan dan kenyamanan penerbangan terpelihara, dan konektivitas udara nasional tetap lancar.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut semua insentif ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Pemerintah mempersiapkan langkah mitigasi strategis agar harga tiket tetap terjangkau bagi masyarakat. Jadi, yang kita jaga adalah harga tiketnya,” tegas Airlangga.

Hasilnya? Sementara beberapa maskapai di belahan dunia lain terpaksa menaikkan tarif secara signifikan, pemerintah klaim berhasil menahan laju kenaikan harga tiket domestik di kisaran 9 hingga 13 persen saja.

Sebagai catatan, harga avtur dalam negeri saat ini berada di angka Rp23.551 per liter. Kalau dibandingkan dengan negara tetangga, posisi kita masih lebih baik. Di Thailand harganya mencapai Rp29.518 per liter, sedangkan Filipina Rp25.326 per liter.

Jadi, meski badai kenaikan harga minyak global terus berlangsung, setidaknya ada upaya untuk melindungi konsumen dan menjaga industri tetap bernapas.


Editor: Redaksi TVRINews

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar