Pemerintah sedang menyelesaikan tahap akhir rencana induk pemulihan pascabencana untuk Sumatera. Dokumen strategis dari Bappenas ini bakal jadi peta jalan utama untuk mempercepat pemulihan di wilayah yang luluh lantak. Fokusnya jelas: menangani hal-hal yang paling dibutuhkan masyarakat, yang dampaknya bisa langsung dirasakan.
Di sisi lain, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) juga tak kalah sibuk. Mereka sedang mematangkan skala prioritas di dalam rencana induk tadi. Proyeksi mereka, butuh waktu sekitar tiga tahun atau sampai Desember 2028 untuk memulihkan kondisi Sumatera sepenuhnya.
Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa langkah pertama adalah memilah mana kebutuhan yang paling mendesak dari tumpukan masalah di berbagai sektor.
"Dibuatkan renduk oleh Bappenas untuk tiga tahun. Tapi nanti atas perintah Menko PMK sebagai ketua tim pengarah, kami akan melakukan review atas renduk itu mana yang prioritas penting yang harus dikerjakan di tahun 2026," kata Tito.
Pernyataan itu disampaikannya usai rapat koordinasi di Jakarta, Senin lalu.
Memang, beberapa sektor sudah berfungsi lagi. Tapi Tito mengakui, sebagian besar masih sekedar 'jalan', belum permanen. Makanya, penyusunan prioritas sekarang diarahkan pada kebutuhan dasar yang langsung berpengaruh pada kehidupan warga sehari-hari.
"Huntap menjadi prioritas paling penting, karena masyarakat tentu kita harapkan tidak terlalu lama berada di huntara. Kemudian jalan utama, jembatan yang harus dipermanenkan, serta pembersihan lumpur di sejumlah titik juga menjadi perhatian utama," jelasnya.
Artikel Terkait
Polisi Selidiki Gas Mematikan di Bak Proyek Jagakarsa yang Diduga Tewaskan Empat Pekerja
Pemkot Cilegon Terapkan WFH Jumat untuk ASN, Dukung Penghematan Energi
Pemprov DKI Berlakukan WFH bagi ASN Setiap Jumat dengan Kuota Terbatas
Harga Plastik Melonjak hingga 100%, Stok di Padang Menipis