Di ruang rapat Komisi IV DPR, Senayan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono membeberkan sebuah realitas yang tengah menghantui sektor perikanan nasional. Dampak geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah, ternyata terasa sampai ke guncangan di kapal-kapal nelayan kita. Masalah utamanya? Bahan bakar minyak.
"Dinamika geopolitik global ini dampaknya nyata, termasuk buat kami di KKP," ujar Trenggono, Selasa (7/4/2026).
Ia menekankan bahwa hingga saat ini, para nelayan masih sepenuhnya bergantung pada BBM. Konflik yang berlarut-larut, jelas mempengaruhi stabilitas harga dan ketersediaannya. Ini bukan cuma soal ongkos melaut yang membengkak, tapi efeknya merambat jauh lebih dalam.
Menurut Trenggono, gangguan pada rantai pasok dan harga distribusi ikut terdampak. Alhasil, ada potensi serius terhadap penurunan volume ekspor. Daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global pun bisa terancam jika situasi ini berlanjut. Kementeriannya sendiri sudah mulai mengantisipasi berbagai skenario terburuk dari konflik AS-Israel-Iran tersebut.
Namun begitu, tantangan tak cuma datang dari konflik manusia. Ada juga ancaman dari alam yang sedang mengintai.
Artikel Terkait
Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert Kembali ke Indonesia untuk Agenda Non-Pelatihan
Menteri Keuangan: Keputusan Harga BBM Subsidi Berasal dari Arahan Langsung Presiden
Menteri HAM Usul RUU Kebebasan Beragama, Berbeda Pandangan dengan Menteri Agama
Serang Targetkan Bebas Buang Air Besar Sembarangan pada 2029