Dua nama besar yang pernah mengurusi Timnas Indonesia, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, dikabarkan akan kembali ke Tanah Air bulan ini. Tapi jangan salah sangka dulu. Kedatangannya bukan untuk urusan kursi pelatih nasional, melainkan untuk mengisi serangkaian agenda lain yang cukup menarik perhatian.
Mari kita mulai dari Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan itu terlihat santai menyaksikan derap kuda di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, Bantul, baru-baru ini. Acaranya adalah Indonesia's Horse Racing Triple Crown Serie I & Pertiwi Cup 2026.
Bagi Shin, ini pengalaman pertama. "Ini baru pertama kalinya saya menonton pacuan kuda langsung," ujarnya.
Dia pun punya pandangan unik. Menurut pelatih berusia 55 tahun itu, ada kemiripan antara strategi di lintasan pacuan kuda dengan taktik di lapangan hijau. Keduanya butuh perhitungan dan timing yang tepat.
Sebenarnya, ini bukan kali pertama Shin kembali ke Indonesia setelah masa tugasnya berakhir. Dia punya ikatan yang cukup dalam di sini, mulai dari akademi sepakbola hingga yayasan yang ia dirikan. Jadi, wajar kalau dia sering mampir.
Di sisi lain, ada Patrick Kluivert yang juga akan segera mendarat. Eks striker Belanda itu punya misi berbeda: membela Barcelona Legends.
Ya, Kluivert akan turun langsung ke lapangan saat Barcelona Legends berjumpa rival abadinya, Real Madrid Legends. Pertandingan nostalgia itu digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada pertengahan April nanti.
Mengutip informasi dari akun Instagram @clashoflegends.id, skuad Barcelona Legends yang datang ke Jakarta membawa 19 pemain. Salah satu nama yang paling menyita perhatian tentu saja Patrick Kluivert sendiri.
Barcelona bukan klub sembarangan baginya. Itu adalah klub tempatnya paling lama berkarya, dari 1998 hingga 2004. Statistiknya berbicara: 257 penampilan, ditambah 122 gol dan 61 assist yang ia catatkan. Kontribusinya itu sangat vital, terutama saat Barcelona merebut gelar La Liga musim 1998-1999.
Dengan rekam jejak seperti itu, wajar kalau ia dikategorikan sebagai salah satu legenda klub Catalan. Aksi Kluivert bersama kawan-kawan lamanya di SUGBK minggu depan pasti jadi tontonan yang sayang untuk dilewatkan.
Jadi, itulah aktivitas mereka. Bukan comeback untuk melatih, tapi cukup untuk membuat para penggemar sepakbola Indonesia tersenyum dan bernostalgia.
Artikel Terkait
Iran Pindahkan Markas Piala Dunia 2026 ke Tijuana, Hindari Komplikasi Visa AS
Trump Klaim Sebagian Besar Kesepakatan dengan Iran Sudah Dirundingkan, Selat Hormuz Akan Dibuka
Mensos Gus Ipul Pastikan Sekolah Rakyat Katingan Tampung 1.000 Siswa, Rampung Juni 2026
Kredit BPD Tumbuh 1,59 Persen, OJK Dorong Penguatan Lewat Roadmap 2024–2027