Irjen Nunung Syarifuddin, sang Wakabareskrim Polri, punya pesan keras buat para penyeleweng BBM dan elpiji bersubsidi. Tegasnya, pihaknya bakal bertindak tanpa kompromi. Bagi mereka yang coba-coba mengeruk keuntungan pribadi dari program subsidi, bersiaplah menghadapi konsekuensinya. Tidak ada toleransi sama sekali.
“Untuk para pelaku, kamu nekat, saya sikat. Kita tidak main-main,”
Begitu bunyi peringatan Nunung saat berbicara di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa lalu. Gayanya blak-blakan, langsung ke inti persoalan.
Di sisi lain, dia juga mengajak semua pihak untuk ikut mencegah. Menurutnya, pengawasan distribusi bahan bakar dan gas elpiji bersubsidi ini harus benar-benar ketat. Tujuannya satu: agar bantuan pemerintah itu sampai ke tangan orang yang tepat.
“Kita dukung efisiensi energi dan kawal penyaluran BBM dan elpiji subsidi agar tepat sasaran kepada masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan,”
ujarnya lagi.
Nunung melihat masalah ini bukan sekadar pelanggaran hukum biasa. Ada dimensi lain yang lebih dalam. Baginya, tindakan penyelewengan itu sama saja dengan mengkhianati masyarakat kecil yang seharusnya mendapat bantuan. Rasanya sungguh keterlaluan.
“Pesan saya untuk para pelaku, segera kalian berhenti melakukan kegiatan yang sangat merugikan negara dan masyarakat,”
tegasnya.
“Kalian bukan hanya berkhianat terhadap negara tetapi sudah berkhianat terhadap masyarakat yang membutuhkan.”
Pesan itu menggema jelas. Polisi tampaknya serius kali ini. Mereka ingin memastikan setiap rupiah subsidi benar-benar berarti bagi rakyat.
Artikel Terkait
Sapi Kurban Lolos dari Ikatan, Berlari ke Jalan Raya di Ciputat Timur
Lonjakan Permintaan Golok Jelang Iduladha, Kampung Pandai Besi di Bandung Raup Berkah Musiman
Sapi Kurban Mengamuk, Tercebur ke Selokan saat Hendak Diberi Makan di Bogor
Dusun Krajan Banjarnegara Kurban 52 Sapi dan 339 Kambing, Warga Gotong Royong Jadi RPH Dadakan