Trenggono lantas menyoroti fenomena 'Godzilla' El Nino yang diprediksi BRIN akan melanda periode April hingga Oktober 2026. Cuaca ekstrem ini bukan main-main. Ia bisa merusak ekosistem pesisir, memicu wabah penyakit pada budidaya, dan bahkan mempercepat degradasi ekosistem karbon biru. Kalau itu terjadi, emisi karbon bisa melonjak signifikan.
"Situasi ini punya dua sisi. Di satu sisi jadi tantangan berat yang harus diwaspadai, tapi di sisi lain juga membawa peluang yang harus dicermati," tambahnya.
Di tengah segala tantangan itu, ada kabar baik yang patut dicatat. Trenggono menyebut kinerja sektor kelautan dan perikanan nasional masih cukup tangguh. Produksi secara konsisten naik dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 3,8%.
"Pada tahun 2025, produksi kita mencapai 26,25 juta ton. Ini capaian tertinggi," jelasnya.
Angka itu terdiri dari 11,65 juta ton rumput laut, 7,85 juta ton hasil tangkapan, dan 6,75 juta ton dari budidaya. Sebuah pencapaian yang, di tengah gejolak global dan ancaman alam, tetap menunjukkan ketahanan sektor ini.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Modus Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Rugikan Negara Rp1,2 Triliun
Mister Aladin Tawarkan Tiket Jakarta-Bangkok Rp 4,3 Jutaan untuk Akhir Mei 2026
Zaskia Adya Mecca dan Tim Hadapi Sidang Kosong, Jadwal Kasus Pemukulan Kembali Tak Jelas
Bareskrim Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi, Rugikan Negara Rp1,2 Triliun