Zaskia Adya Mecca dan Tim Hadapi Sidang Kosong, Jadwal Kasus Pemukulan Kembali Tak Jelas

- Selasa, 07 April 2026 | 19:15 WIB
Zaskia Adya Mecca dan Tim Hadapi Sidang Kosong, Jadwal Kasus Pemukulan Kembali Tak Jelas

JAKARTA - Zaskia Adya Mecca dibuat bingung, bahkan kesal. Kasus pemukulan yang menimpa karyawannya oleh oknum TNI akhirnya masuk persidangan. Atau, setidaknya itulah yang dia kira.

Berdasarkan surat undangan resmi yang diterima karyawannya, Faisal Handri, sidang pertama dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Militer Utama, Jakarta Timur, Selasa 7 April 2026. Zaskia, bersama suaminya Hanung Bramantyo dan dua saksi, pun datang tepat waktu. Tapi apa yang terjadi? Ruang sidang sepi. Tak ada aktivitas sama sekali.

"Jadi kami lost," ujar Zaskia, suaranya terdengar kecewa dalam kutipan yang diambil hari itu.

"Kami hanya diberitahu untuk datang pukul 10.00, gak ada apa-apa. Sidang ditunda dan kami tidak diinformasiin."

Begitu tiba, mereka justru disambut oleh kekosongan. Saat bertanya di mana sidang akan dilangsungkan, petugas di lokasi tampak tidak mengetahui apa-apa. Sidang ternyata ditunda tanpa pemberitahuan sebelumnya. Kantor terlihat kosong, jauh dari kesibukan sebuah persidangan.

Dalam sebuah video yang beredar di Instagram, terlihat Zaskia berusaha berkomunikasi dengan seorang petugas pengadilan. Percakapan itu, sayangnya, tidak membawa kejelasan.

Zaskia bertanya, "Terus kalau ada pembatalan, emang biasanya orang gak diinformasikan?"

Pria dari pihak pengadilan itu menjawab dengan singkat, "Kalau itu biasanya dari Oditurat. Kami hanya menerima."

Hanung lalu mencoba menanyakan langkah selanjutnya. "Jadi, sebaiknya gimana? Menunggu? Menunggu panggilan lagi?"

"Iya, betul," jawab pria tersebut.

Setelah percakapan singkat dan tidak memuaskan itu, Zaskia pun meluapkan kekecewaannya. Perjalanan yang ditempuhnya tidaklah dekat. "Gimana sih? Jauh, lho, nih. Sejam ke sini," keluhnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan lebih lanjut soal jadwal baru persidangan. Kasus ini seolah kembali masuk ke dalam kabut ketidakpastian. Sebuah awal yang tidak menyenangkan untuk proses hukum yang dinantikan banyak pihak.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar