Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi yang terjadi pada Jumat (29/5) malam pukul 19.07 WIB. Kolom abu vulkanik terpantau membumbung setinggi kurang lebih 2.000 meter di atas puncak, atau sekitar 5.676 meter di atas permukaan laut.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam laporan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang condong ke arah tenggara. Erupsi ini terekam jelas pada alat seismogram dengan indikator amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter. Hingga laporan disusun, durasi sementara getaran gempa letusan tercatat berlangsung selama kurang lebih 3 menit 51 detik.
Sementara itu, aktivitas vulkanik malam itu juga memicu luncuran awan panas. Material panas tersebut dilaporkan mengarah ke sektor tenggara, tepatnya di sepanjang Besuk Kobokan dengan jarak luncur mencapai 2.000 meter.
“Terjadi awan panas, ke arah tenggara Besuk Kobokan jarak luncur 2.000 meter. Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,” ujar Lana.
Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih bertahan pada Level III atau Siaga. Menyikapi kondisi tersebut, PVMBG mengeluarkan tiga poin rekomendasi yang wajib dipatuhi masyarakat demi keselamatan. Pertama, masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Kedua, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena sangat rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
Artikel Terkait
Bulog Pastikan Harga Ekspor Beras ke Malaysia di Atas HET Domestik demi Untungkan Petani
Pembongkaran Lajur Amblas di Lenteng Agung Dimulai, Pemasangan Box Culvert Ditargetkan Rampung Tiga Hari
Bareskrim Geledah Kantor dan Gudang PT MMS, Usut Dugaan Manipulasi Data Ekspor Sawit
Jaksa New York dan New Jersey Panggil FIFA soal Dugaan Harga Tiket Piala Dunia 2026 yang Melambung