JAKARTA - Di tengah situasi yang memanas di negaranya, Pemerintah Iran menyampaikan pesan ketenangan. Mereka menjamin keamanan seluruh warga asing, tak terkecuali warga negara Indonesia yang saat ini berada di sana. Kerusuhan memang melanda beberapa wilayah Iran belakangan ini, menciptakan suasana mencekam.
Jaminan itu disampaikan langsung oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Dalam pernyataannya di kediamannya yang terletak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026), Boroujerdi berusaha meyakinkan.
"Berkaitan dengan keamanan warga negara asing di negara kami, tentu kami menjamin keamanan mereka," tegasnya.
Nah, untuk WNI sendiri, upaya koordinasi sudah dilakukan. Boroujerdi mengaku pihaknya telah berkomunikasi dengan KBRI di Teheran. Intinya, mereka siap membantu di mana pun warga Indonesia berada.
"Kami berkomunikasi dan koordinasi dengan KBRI di Teheran, dan siap membantu keamanan mereka di berbagai belahan di mana mereka ada di Iran," ujar Boroujerdi.
Meski begitu, soal data korban warga asing, Boroujerdi mengaku belum punya informasi lengkap. Namun, dia menyebut satu insiden yang menurutnya sangat mencurigakan: serangan terhadap Duta Besar Palestina di Teheran.
"Beliau dijadikan sasaran dan menjadi korban dan terluka secara sangat parah. Dan kita bisa melihat dari perkembangan ini siapa dalang di balik semua ini. Tentu ini merupakan ulah dari Mossad dan CIA," kata dia dengan nada tegas.
Memang, situasi di Iran sedang tidak stabil. Semuanya berawal dari aksi mogok para pedagang di Pasar Besar Teheran pada 28 Desember 2025 lalu. Aksi itu seperti percikan api.
Pemicunya? Bisa dibilang klasik: ekonomi yang terpuruk. Melemahnya nilai tukar rial Iran dan memburuknya kondisi hidup warga memicu gelombang kekecewaan. Demonstrasi pun menyebar cepat ke berbagai kota, tak jarang berubah menjadi kerusuhan yang diwarnai pembakaran dan perusakan.
Dan seperti yang disiratkan Dubes Boroujerdi, pemerintah Iran punya tudingan sendiri. Mereka secara resmi menuduh Amerika Serikat dan Israel sebagai dalang di balik gelombang unjuk rasa yang berujung ricuh ini. Sebuah narasi yang kerap muncul di tengah gejolak politik di kawasan tersebut.
Artikel Terkait
Realisasi Bedah Rumah Baru 13,51 Persen, Kementerian PKP Targetkan Rampung November 2026
Raffi Ahmad Bantah Terlibat Kasus Suap Bea Cukai, Sebut Video Viral Hanya Basa-Basi di New York
Gubernur BI dan Menkeu Berturut-turut Kunjungi China, Perkuat Kerja Sama Keuangan dan Perdagangan Bilateral
BGN Hentikan Program Makan Bergizi Gratis untuk Keluarga Mampu, Fokus pada Anak dari Kelompok Kurang Mampu