Teheran – Di tengah ketegangan regional yang makin memanas, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengklaim telah terjadi mobilisasi massal di dalam negeri. Sentimen nasionalisme, katanya, sedang meluap.
Lewat sebuah pernyataan resmi pada Selasa, 7 April 2026, Pezeshkian menyebut angka yang fantastis: lebih dari 14 juta warga Iran konon siap berkorban untuk mempertahankan kedaulatan negara mereka. Klaim ini dia sampaikan melalui unggahan di platform X.
Unggahan itu disertai sebuah foto dirinya. Namun begitu, tidak ada data statistik resmi yang dirilis untuk membuktikan angka tersebut di negara berpenduduk sekitar 90 juta jiwa ini.
Narasi ini muncul persis ketika ancaman invasi darat oleh pihak asing terus mengemuka. Media pemerintah setempat pun ikut menggaungkan laporan bahwa jutaan relawan sudah siap dimobilisasi jika Amerika Serikat dan Israel benar-benar menyerang.
Angka yang Membengkak dan Kekhawatiran Global
Menariknya, angka 14 juta yang disebut Pezeshkian itu dua kali lipat lebih besar dari klaim pejabat tinggi Iran lainnya. Awal April lalu, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf ‘hanya’ menyebut 7 juta relawan dalam kampanye nasional bersenjata.
Artikel Terkait
Buron Narkoba Jaringan Ko Erwin The Doctor Ditangkap di Penang
Anak Tewaskan Ayah Kandung dengan Tebasan di Leher di Pinggir, Motif Masih Diselidiki
Pemerintah Tanggung PPN dan Hilangkan Bea Masuk Sparepart untuk Tekan Dampak Kenaikan Avtur
Pemerintah Targetkan Pemulihan Total Sumatera Tuntas Desember 2028 dengan Anggaran Rp120 Triliun