Video yang beredar di media sosial benar-benar menyita perhatian. Tampak jelas, gunungan sampah berserakan di depan gerbang SDN 1 Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Sekolah itu seperti terkepung, dikelilingi oleh tumpukan limbah yang menggunung.
Kalau dilihat lebih dekat, sampah-sampah itu kebanyakan adalah limbah rumah tangga. Masih terbungkus rapi dalam plastik kresek warna-warni. Bukan cuma pemandangan yang tidak sedap dipandang, kondisi ini jelas bikin khawatir. Bagaimana dengan kesehatan anak-anak yang belajar di sana? Bau tak sedap dan risiko penyakit jadi ancaman nyata setiap hari.
Belum lagi soal kenyamanan. Coba bayangkan, para siswa harus melewati ‘tembok’ sampah itu setiap mau masuk sekolah. Sampahnya sampai memenuhi trotoar, bahkan mengurasi sebagian badan jalan. Aktivitas belajar tentu bisa terganggu, baik oleh bau maupun pemandangan yang tidak mendukung itu.
Menanggapi viralnya video tersebut, Camat Leuwiliang WR Pelitawan mengaku sudah mengambil langkah. Menurutnya, kejadian itu sebenarnya terjadi pada pekan sebelumnya.
“Oh iya, itu minggu kemaren ya, kita sudah koordinasi dengan UPT DLH (Unit Pelayanan Terpadu Dinas Lingkungan Hidup),” jelas Pelitawan.
Dia melanjutkan, upaya penanganan langsung dilakukan. Truk-truk pengangkut dari DLH Kabupaten Bogor dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan tumpukan sampah yang mengganggu itu.
“Alhamdulillah sudah ditangani (saat ini),” pungkasnya singkat.
Jadi, meski sempat bikin geger, kondisi di depan SDN 1 Leuwiliang kini diklaim sudah kembali normal. Persoalan sampah memang kerap muncul tiba-tiba, tapi respons yang cepat tentu sangat dibutuhkan apalagi ketika lokasinya berdekatan dengan tempat anak-anak menuntut ilmu.
Artikel Terkait
Mitra Statistik BPS 2026 Wajib Unggah Pakta Integritas, Gaji Diperkirakan Rp3–5 Juta per Bulan
Sapi Kurban Lepas dan Mengamuk di Minimarket Bogor, Kerugian Capai Rp3 Juta
Honda Resmi Luncurkan Mobil Listrik Super-One di Jepang, Punya Mode Boost Bertenaga 93 dk
Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Serahkan Sapi Kurban ‘Si Loreng’ dan ‘Wirabumi’ ke Masjid Istiqlal