Jakarta, Selasa (7/4/2026) – Barang bukti bertebaran di halaman Mabes Polri. Tabung gas berserakan, tangki-tangki bahan bakar berjejer, puluhan kendaraan roda empat dan enam tertata rapi. Ini bukan pameran, tapi hasil sitaan Bareskrim Polri dari pengungkapan kasus besar: penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi.
Skalanya benar-benar masif. Bayangkan saja, polisi menyita lebih dari 1,3 juta liter bahan bakar bersubsidi. Rinciannya, solar 1.182.388 liter dan Pertalite 127.019 liter. Jumlah yang fantastis untuk konsumsi pribadi, bukan?
“Dari pengungkapan tersebut, kami berhasil menyita berbagai barang bukti, di antaranya 1.182.388 liter solar dan 127.019 liter Pertalite,”
kata Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni, dalam konferensi pers di Jakarta Selatan.
Tak cuma bahan bakar cair, operasi ini juga mengamankan puluhan ribu tabung gas elpiji berbagai ukuran. Mulai dari tabung 3 kilogram yang biasa dipakai rumah tangga, sampai tabung jumbo 50 kilogram. Totalnya mencapai 23.399 tabung. Belum lagi 353 unit kendaraan yang diduga dipakai sebagai alat kejahatan.
Artikel Terkait
Arsenal Hadapi Sporting CP di Liga Champions Tanpa Saka dan Timber
Ketua Banggar DPR Soroti Salah Sasaran Subsidi Energi, Desak Reformasi Mendesak
Lebih dari 750 Sekolah Iran Rusak, 310 Siswa dan Guru Tewas dalam Serangan AS-Israel
Presiden Iran Klaim 14 Juta Warga Siap Berkorban, Muncul Kekhawatiran Rekrutmen Anak