Bareskrim Sita 1,3 Juta Liter BBM Subsidi dan 23 Ribu Tabung Elpiji dalam Kasus Mafia Energi

- Selasa, 07 April 2026 | 17:45 WIB
Bareskrim Sita 1,3 Juta Liter BBM Subsidi dan 23 Ribu Tabung Elpiji dalam Kasus Mafia Energi

Jakarta, Selasa (7/4/2026) – Barang bukti bertebaran di halaman Mabes Polri. Tabung gas berserakan, tangki-tangki bahan bakar berjejer, puluhan kendaraan roda empat dan enam tertata rapi. Ini bukan pameran, tapi hasil sitaan Bareskrim Polri dari pengungkapan kasus besar: penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi.

Skalanya benar-benar masif. Bayangkan saja, polisi menyita lebih dari 1,3 juta liter bahan bakar bersubsidi. Rinciannya, solar 1.182.388 liter dan Pertalite 127.019 liter. Jumlah yang fantastis untuk konsumsi pribadi, bukan?

“Dari pengungkapan tersebut, kami berhasil menyita berbagai barang bukti, di antaranya 1.182.388 liter solar dan 127.019 liter Pertalite,”

kata Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni, dalam konferensi pers di Jakarta Selatan.

Tak cuma bahan bakar cair, operasi ini juga mengamankan puluhan ribu tabung gas elpiji berbagai ukuran. Mulai dari tabung 3 kilogram yang biasa dipakai rumah tangga, sampai tabung jumbo 50 kilogram. Totalnya mencapai 23.399 tabung. Belum lagi 353 unit kendaraan yang diduga dipakai sebagai alat kejahatan.

Menurut Irhamni, penyitaan ini bagian dari penindakan tegas terhadap praktik ilegal distribusi energi bersubsidi. Dia menegaskan, pengungkapan ini membuka mata betapa besarnya skala penyalahgunaan yang terjadi di lapangan. Modusnya beragam, dan oknumnya beroperasi layaknya jaringan terorganisir.

Foto yang beredar menunjukkan betapa seriusnya kasus ini. Barang bukti ditumpuk rapi, menjadi bukti bisnis gelap yang merugikan banyak pihak.

Kasus yang diungkap sepanjang 2025 hingga awal 2026 ini ternyata punya dampak finansial yang mencengangkan. Potensi kerugian negara ditaksir mencapai Rp1,26 triliun. Angka yang sulit dibayangkan, bukan?

Di sisi lain, fakta ini sungguh ironis. Subsidi energi sejatinya adalah bantuan pemerintah untuk meringankan beban masyarakat kecil. Tapi pada kenyataannya, justru dimanfaatkan segelintir orang untuk mengeruk keuntungan pribadi. Mereka mengambil jatah yang bukan haknya, sementara yang seharusnya menerima justru kesulitan.

Operasi Bareskrim ini setidaknya memberi sinyal kuat. Polisi tak main-main memberantas praktik mafia energi yang sudah berlangsung lama. Pertanyaannya sekarang, apakah ini akan jadi efek jera, atau hanya sekadar operasi sesaat? Waktu yang akan menjawab.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar