Kabupaten Serang masih punya pekerjaan rumah besar soal sanitasi. Faktanya, baru separuh lebih sedikit tepatnya 15 kecamatan yang benar-benar bebas dari kebiasaan buang air besar sembarangan. Masih ada 14 kecamatan lainnya yang belum. Target pemerintah daerah? Mereka ingin seluruh wilayah bisa bebas BABS pada 2029 mendatang.
Meski begitu, ada secercah kemajuan. Dalam dua tahun terakhir, tren BAB sembarangan di wilayah ini dilaporkan menurun. Pemkab mengaku terus mendorong perubahan perilaku ini, meski jalan menuju target 2029 masih panjang.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, tak menampik bahwa tantangannya masih nyata. Dalam sebuah rapat koordinasi baru-baru ini, ia secara terbuka mengakui persoalan yang dihadapi.
"Hari ini saya hadir di sini dalam rangka membuka giat rakor pengendalian dan advokasi penyakit dan tentu Rakor Kabupaten Serang Sehat," ujarnya.
"Masih ada kurang lebih 60 desa yang masyarakatnya masih buang air besar sembarangan. Tentu saya secara pribadi dan pemerintah daerah akan terus mengintervensi," tegas Zakiyah.
Pernyataan itu disampaikannya usai menghadiri Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota Sehat di Serang, Selasa lalu. Dari komitmen itu jelas, upaya untuk mengubah kebiasaan lama masyarakat masih akan terus digencarkan dengan berbagai intervensi. Tujuannya satu: memutus mata rantai penyakit dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Artikel Terkait
Iran Pindahkan Markas Piala Dunia 2026 ke Tijuana, Hindari Komplikasi Visa AS
Trump Klaim Sebagian Besar Kesepakatan dengan Iran Sudah Dirundingkan, Selat Hormuz Akan Dibuka
Mensos Gus Ipul Pastikan Sekolah Rakyat Katingan Tampung 1.000 Siswa, Rampung Juni 2026
Kredit BPD Tumbuh 1,59 Persen, OJK Dorong Penguatan Lewat Roadmap 2024–2027