Ledakan SMAN 72 Jakarta: Profil Pelaku Pribadi Tertutup dan Tertarik Konten Kekerasan

- Selasa, 11 November 2025 | 18:12 WIB
Ledakan SMAN 72 Jakarta: Profil Pelaku Pribadi Tertutup dan Tertarik Konten Kekerasan
Ledakan SMAN 72 Jakarta: Profil Pelaku dan Kronologi Terbaru

Ledakan SMAN 72 Jakarta: Pelaku Dikenal sebagai Pribadi Tertutup dan Tertarik Konten Kekerasan

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, mengungkapkan karakteristik pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta. Menurut hasil penyelidikan, pelaku dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.

Lebih lanjut, Asep menyatakan bahwa pelaku juga memiliki ketertarikan khusus pada berbagai konten kekerasan yang dapat diakses melalui berbagai platform digital. Hal ini terungkap setelah penyidik memeriksa keterangan dari 16 orang saksi.

"ABH (anak berkonflik dengan hukum) dikenal pribadi tertutup, jarang bergaul, tertarik pada konten kekerasan," tegas Asep Edi Suheri dalam keterangannya di Polda Metro Jaya, Selasa (11/11).

Proses pemeriksaan saksi melibatkan berbagai pihak, termasuk korban dari kalangan guru dan siswa, serta keluarga dari pelaku sendiri. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai latar belakang kejadian.

Status Hukum Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta

Kapolda Metro Jaya telah menetapkan terduga pelaku ledakan sebagai Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH). Penetapan ini sekaligus menegaskan status pelaku sebagai tersangka resmi dalam kasus ini.

ABH merupakan sebutan bagi anak di bawah usia 18 tahun yang terlibat dalam proses hukum, baik sebagai pelaku, korban, maupun saksi dalam suatu tindak pidana.

"Berdasarkan hasil lidik, sementara anak yang berkonflik dengan hukum atau ABH diketahui seorang siswa aktif yang bertindak mandiri dan tidak terhubung dengan jaringan teror," jelas Asep Edi Suheri.

Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta

Peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta mengakibatkan 96 orang menjadi korban. Seluruh korban segera dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di empat rumah sakit berbeda.

Rumah sakit yang menangani korban antara lain RSI Cempaka Putih, RS Polri Kramat Jati, RS Yarsi, dan RS Pertamina Jaya. Tim medis terus memantau kondisi para korban untuk memastikan kesembuhan mereka.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar