Hujan deras tak henti-hentinya mengguyur Gaza dan Khan Younis sejak Selasa (25/11) lalu. Akibatnya, genangan air meluas di mana-mana, bahkan merembes masuk ke dalam tenda-tenda pengungsian warga Palestina yang kondisinya sudah memprihatinkan.
Nourad Karirah, salah seorang pengungsi di Kota Gaza, mengaku hampir tidak bisa tidur semalaman. Ia dan keluarganya berjuang melawan air yang masuk dari segala penjuru.
"Sepanjang malam kami cuma bisa memegang kain pel," ujarnya, menggambarkan keputusasaan yang melanda. "Tenda-tenda yang kami tempati sudah usang dan penuh sobekan. Air masuk tanpa bisa dibendung."
Di sisi lain, kondisi serupa terjadi di Khan Younis. Banyak warga yang berhamburan mencari tempat berteduh, terutama di sekitar pasar kota. Mereka berusaha menyelamatkan diri sekaligus mengatasi dampak kerusakan infrastruktur yang kian parah.
Artikel Terkait
Pramono Anung Tegaskan JPO Sarinah Akan Dibangun Kembali, Utamakan Akses Difabel
Indonesia dan Turki Sepakati Aksi Nyata, Dari Gaza hingga Industri Pertahanan
Prajurit Gugur di Nduga, Ayah Banggakan Tekad Baja Anaknya yang Tak Pernah Menyerah
Megawati Bikin Heboh, Nyanyikan Cinta Hampa di Panggung Rakernas PDIP