Yuran Fernandes Hadapi Mantan Mentor Bernardo Tavares di Duel Panas Persebaya vs PSM

- Rabu, 25 Februari 2026 | 16:00 WIB
Yuran Fernandes Hadapi Mantan Mentor Bernardo Tavares di Duel Panas Persebaya vs PSM

Rabu malam di Stadion Gelora Bung Tomo bakal panas. Bukan cuma karena duel Persebaya kontra PSM Makassar dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026, tapi juga karena ada cerita lama yang kembali dipertemukan.

Sorotan utama tentu pada bek tangguh PSM, Yuran Fernandes. Dia akan berhadapan langsung dengan mantan pelatihnya, Bernardo Tavares, yang kini memimpin Bajul Ijo. Pertemuan ini jauh lebih dari sekadar perebutan poin. Ini soal profesionalisme dua sosok yang pernah sukses bersama.

Ikatan yang Terjalin dari Kesuksesan

Bagi Yuran, sosok Tavares punya arti khusus. Dialah arsitek di balik gelar juara Liga 1 PSM musim 2022/2023, yang mengakhiri penantian puluhan tahun. Bek berusia 31 tahun itu tak menyangkal kontribusi besar sang mentor.

“Pendekatannya disiplin, berani kasih kepercayaan ke pemain muda,” ujar Yuran, mengenang transformasi PSM jadi tim elite di bawah asuhan pelatih asal Portugal itu.

Pertemuan yang Tak Mengaburkan Misi

Tapi, kedekatan personal itu takkan dibawa ke lapangan hijau. Yuran sudah bilang, hubungan baik di luar tak akan mempengaruhi duel selama 90 menit nanti. Dia sadar, Tavares paham betul kelemahannya. Begitu juga sebaliknya.

Di sisi lain, Tavares punya perasaan serupa. Meski menganggap PSM seperti keluarga setelah 3,5 musim bersama, komitmennya sekarang hanya untuk Persebaya. “Saya di sini untuk bekerja maksimal,” tegasnya.

Catatannya di Makassar memang mengesankan: 129 pertandingan dengan 55 kemenangan. Tapi semua itu kini jadi kenangan.

Tekanan di Kandang Sendiri

Laga ini penting banget buat Persebaya. Dua kekalahan beruntun membuat mereka terdesak dan harus bangkit segera di depan pendukung sendiri. Posisi empat besar jadi target yang harus dikejar.

Tavares diyakini bakal mainkan skema andalannya: transisi cepat dan tekanan tinggi. Namun, strategi itu bakal diuji oleh pertahanan PSM yang solid, dikomandoi oleh Yuran yang tahu persis cara berpikir mantan bosnya.

Duel Gaya: Serang vs Bertahan

Secara taktik, ini bakal jadi pertarungan gaya. Persebaya akan coba mendominasi dengan intensitas dan serangan cepat. Sementara PSM, seperti biasa, mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik yang mematikan.

Yuran bertekad jadi benteng terakhir yang menggagalkan semua rencana Tavares. Tapi, sang pelatih pasti sudah punya siasat untuk mengeksploitasi celah di lini belakang yang dulu pernah ia latih sendiri.

Cerita di Balik Tiga Poin

Pada akhirnya, pertemuan seperti ini memperlihatkan sisi manusiawi sepak bola profesional. Ada ikatan emosional, kenangan manis sebagai juara, yang harus sementara waktu disimpan.

Baik Yuran maupun Tavares sepakat. Persahabatan bisa dilanjutkan setelah peluit akhir berbunyi. Tapi untuk sementara, mereka berdiri di kubu yang berseberangan.

Malam ini di GBT, yang dipertaruhkan bukan cuma tiga angka. Tapi juga tentang loyalitas, kenangan, dan tekad untuk membuktikan diri di hadapan masa lalu yang begitu akrab.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar