Dalam sebuah diskusi yang cukup terbuka, Mahfud MD menyoroti sebuah fenomena yang menurutnya cukup mengkhawatirkan. Mantan Menko Polhukam itu melihat ada persoalan nasionalisme yang mulai luntur, terutama terlihat dari kasus beberapa alumnus LPDP yang justru bangga ketika anaknya tak lagi menjadi Warga Negara Indonesia. Menurut Mahfud, hal semacam ini bisa terjadi ketika warga merasa hak-haknya tak terpenuhi oleh negara.
"Nasionalisme itu luntur," tegasnya. "Bayangkan, ketika kita berharap pada Tanah Air untuk memberikan sesuatu yang wajar, tapi kenyataannya rakyat banyak yang tak mendapatkannya. Ya, lunturlah rasa cinta itu."
Pernyataan ini disampaikannya dalam podcast "Terus Terang Mahfud MD" yang tayang di YouTube, Selasa lalu.
Mahfud lalu menarik benang merah ke masa lalu. Ia mengingatkan, di era awal kepemimpinan Bung Karno, semangat nasionalisme di masyarakat begitu menggelora. Saat itu, rasa percaya pada pemimpin dan negara sangat tinggi. Masyarakat bahkan rela hidup sederhana karena yakin mereka tidak akan dikhianati oleh pemerintahnya sendiri.
Namun begitu, kondisi hari ini jauh berbeda. Ia merasa, banyak yang sudah putus asa melihat keadaan bangsa. Padahal, menurut pengamatannya, orang Indonesia sejatinya adalah orang-orang yang paling tinggi rasa nasionalismenya. "Coba lihat mereka yang pernah belajar di luar negeri," ujarnya.
"Yang selalu ingin pulang duluan itu pasti orang Indonesia. Rindunya pada Tanah Air itu luar biasa. Tugas dua minggu di luar, dua hari sudah pengin pulang. 'Tanah Airku tercinta, tidak terlupakan meski aku pergi jauh' itu ciri khas kita," tutur Mahfud dengan nada yang khas.
Di sisi lain, ia juga mengakui bahwa kekecewaan itu bukan tanpa alasan. Mahfud menceritakan pengalaman mantan Presiden Joko Widodo yang sempat kesulitan berusaha di dalam negeri. Begitu sulitnya, sampai-sampai Jokowi harus mengurus izin usahanya di Dubai. Ironis, bukan?
Artikel Terkait
Yuran Fernandes Hadapi Mantan Mentor Bernardo Tavares di Duel Panas Persebaya vs PSM
Bareskrim Bongkar Jaringan Perdagangan Bayi via Medsos, 12 Orang Ditangkap
Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Wafat
Patria Wisata Hadapi Tantangan Perubahan Regulasi pada Haji 2025