Dukungan Lebih Lanjut untuk Penerbangan
Dukungan pemerintah nggak cuma sampai di situ. Ada juga insentif PPN Ditanggung Pemerintah sebesar 11 persen khusus untuk tiket kelas ekonomi dalam negeri. Kebijakan ini butuh anggaran yang nggak sedikit, sekitar Rp 1,3 triliun per bulannya.
Kombinasi kenaikan fuel surcharge dan insentif PPN ini rencananya berlaku untuk dua bulan ke depan. Nanti akan dilihat lagi hasilnya. Selain itu, pemerintah mendorong Pertamina untuk memberi kelonggaran cara bayar ke maskapai, lewat skema bisnis antar perusahaan.
Dari sisi industri, ada juga terobosan. Bea masuk untuk suku cadang pesawat impor diturunkan jadi nol persen. Tahun lalu, bea masuk ini mencapai Rp 500 miliar, jadi pemotongan ini diharapkan bisa meringankan beban maskapai.
Langkah ini punya efek berantai yang positif. Industri perawatan dan perbaikan pesawat (MRO) dalam negeri bisa ikut bangkit. Potensi ekonominya besar, bisa mencapai 700 juta dolar AS per tahun dan mendongkrak PDB hingga 1,49 miliar dolar AS. Yang lebih menggembirakan, diperkirakan akan tercipta ribuan lapangan kerja baru, baik langsung maupun tidak langsung.
Semua kebijakan ini akan segera dituangkan dalam peraturan menteri keuangan dan perhubungan.
“Intinya, ini adalah bentuk dukungan kami untuk keberlanjutan industri penerbangan dan energi,” pungkas Airlangga.
“Kami harap masyarakat dan pelaku usaha bisa tetap produktif dan mendukung langkah-langkah ini.”
Konferensi pers itu juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi, seperti Menhub Dudy Purwagandhi dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, serta para pejabat eselon I dari kementerian terkait.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Lahan Strategis untuk Perumahan Rakyat
Wali Kota Bima Turun Tangan Mediasi Polemik Dapodik Siswa Kelas VI
Ramalan Keuangan Aries 7 April 2026: Pemasukan Stabil, Waspada Pengeluaran Impulsif
Kejagung Periksa Empat Jaksa Terkait Kasus Mark-Up Videografer Amsal Sitepu