Suasana di sekitar flyover Makassar mendadak tegang siang itu, Senin, 6 April 2026. Aksi unjuk rasa mahasiswa kembali meletus, mengubah jalanan yang biasanya ramai oleh kendaraan menjadi panggung protes. Puluhan mahasiswa tak hanya berdiri di pinggir, mereka bergerak ke tengah jalan.
Yang terjadi selanjutnya cukup menegangkan. Sebuah truk yang melintas tiba-tiba dihadang. Beberapa demonstran mendorong bagian depannya, berusaha menghentikan laju kendaraan besar itu. Perlahan, truk itu pun terpaksa berhenti. Adegan ini langsung menarik perhatian warga dan pengendara lain. Banyak yang spontan mengeluarkan ponsel, mengabadikan momen yang kemudian menyebar cepat di media sosial.
Bukan Aksi Tanpa Alasan
Di balik aksi blokade jalan itu, ada tuntutan yang serius. Para mahasiswa mendesak agar kasus penyiraman air keras yang diduga melibatkan oknum aparat segera diusut tuntas. Mereka geram. Penanganan kasusnya dinilai lambat dan tak jelas ujung pangkalnya.
"Keadilan harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Siapa pun pelakunya, termasuk aparat negara, harus dihukum setimpal!"
Begitu kira-kira teriakan lantang dalam orasi mereka. Aksi di badan jalan sengaja dipilih sebagai bentuk tekanan, supaya suara mereka didengar.
Artikel Terkait
Pemulihan Pascabencana Sumatera Diperkirakan Rampung dalam Tiga Tahun
Kiper Bosnia Curi Catatan Penalti Donnarumma, Picu Kontroversi di Laga Internasional
Analis Prediksi IHSG Masih Rentan Koreksi, Soroti Level Support 6.846
KA Bangunkarta Anjlok di Brebes, Evakuasi Diperkirakan 7 Jam Lumpuhkan Jalur