Tata Cara dan Keutamaan Sholat Dhuha, Ibadah Pagi yang Sarat Harapan

- Selasa, 07 April 2026 | 00:30 WIB
Tata Cara dan Keutamaan Sholat Dhuha, Ibadah Pagi yang Sarat Harapan

Di pagi hari yang cerah, saat matahari mulai meninggi, ada satu ibadah sunnah yang punya keistimewaan tersendiri: Sholat Dhuha. Waktunya dimulai setelah matahari terbit, kira-kira sekitar pukul tujuh pagi, dan berakhir sebelum adzan Dzuhur berkumandang. Bagi banyak orang, ritual ini bukan sekadar gerakan dan bacaan. Ia adalah sebuah bentuk pendekatan diri, sekaligus permohonan akan kelapangan rezeki dan kemudahan dalam menjalani hidup.

Nah, kalau kamu mau melaksanakannya, hal pertama yang perlu diucapkan tentu saja niat. Berikut bacaan niat Sholat Dhuha.

Niat Sholat Dhuha

Bacaan Arab:

أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Bacaan Latin:

Ushalli sunnatadh dhuhaa rakataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya:

"Aku niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala."

Setelah menunaikan sholat, biasanya dilanjutkan dengan membaca doa. Doa setelah Sholat Dhuha ini begitu indah, memadukan pujian dan permohonan.

Doa setelah Sholat Dhuha

Bacaan Arab:

اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ
بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

Bacaan Latin:

Allahumma innad dhuhaa’a dhuhaa-uka, wal bahaa’a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmata ‘ishmatuka.
Allahumma in kaana rizqii fis samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kaana mu’siran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fathahhirhu, wa in kaana ba’iidan faqarribhu.
Bi haqqi dhuhaa-ika wa bahaa-ika wa jamaalika, wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita ‘ibaadakash shaalihiin.

Artinya:

"Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan perlindungan adalah perlindungan-Mu.
Ya Allah, jika rezekiku di langit maka turunkanlah, jika di bumi maka keluarkanlah, jika sulit maka mudahkanlah, jika haram maka sucikanlah, jika jauh maka dekatkanlah.
Dengan hak waktu Dhuha-Mu, keindahan, keagungan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, berikanlah aku sebagaimana Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."

Lalu, kapan sih sebenarnya waktu terbaik untuk sholat ini? Seperti yang sudah disinggung, waktunya cukup panjang. Kamu bisa melakukannya di pagi hari setelah matahari agak tinggi, hingga sebelum waktu Dzuhur tiba. Jadi fleksibel.

Mengapa Sholat Dhuha Istimewa?

Ibadah ini punya banyak keutamaan yang membuatnya begitu dicari. Menurut berbagai riwayat dan keyakinan umat Muslim, keutamaannya antara lain:

  • Membuka pintu rezeki. Ini mungkin yang paling sering didengar.
  • Bisa menghapus dosa-dosa, seperti halnya sedekah.
  • Pahalanya setara dengan bersedekah untuk setiap ruas tulang badan. Bayangkan betapa besarnya.
  • Dan yang tak kalah penting, ia memberi ketenangan batin. Ritual pagi yang menentramkan.

Jadi, intinya Sholat Dhuha adalah ibadah sunnah di pagi hari yang sarat dengan harapan. Harapan akan rezeki yang lancar, hidup yang diberkahi, dan segala kesulitan yang dimudahkan. Sebuah permohonan langsung dari hati di waktu yang penuh cahaya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar