Pertamina, Grup Prajogo, dan Bakrie Masuk Daftar Peserta Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik

- Jumat, 22 Mei 2026 | 18:30 WIB
Pertamina, Grup Prajogo, dan Bakrie Masuk Daftar Peserta Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik

Sejumlah perusahaan besar nasional tercatat masuk dalam daftar peserta proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy (WtE) yang digarap PT Danantara Investment Management (DIM). Mulai dari PT Pertamina (Persero), grup milik konglomerat Prajogo Pangestu, hingga Grup Bakrie turut serta dalam gelombang kedua seleksi proyek strategis tersebut.

Jajaran perusahaan itu masuk ke dalam Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) tahap kedua, menyusul proses awal yang sebelumnya telah dilakukan di tiga wilayah, yakni Bekasi Kota, Bogor Raya, dan Denpasar Raya. Keikutsertaan mereka menandai perluasan partisipasi sektor swasta dan BUMN dalam proyek infrastruktur pengelolaan limbah perkotaan.

PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Power Indonesia, tercatat mendominasi keterlibatan dalam proyek ini. Perusahaan tersebut tergabung dalam sejumlah konsorsium yang masuk DPT. Beberapa di antaranya adalah Konsorsium Aruna Energi Lestari bersama SUS Indonesia Holding Limited, Konsorsium Baruna Energi Lestari dengan Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc, serta Konsorsium Cakra Energi Lestari yang menggandeng Tianjin TEDA Environmental Protection Co Ltd dan CITICC International Investment Limited.

Selain itu, Pertamina Power Indonesia juga masuk dalam Konsorsium Dharma Energi Lestari bersama GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co Ltd, Konsorsium Elang Energi Lestari dengan Chongqing Sanfeng Environment Group Co Ltd, serta Konsorsium Fajar Energi Lestari bersama GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co Ltd. Tak hanya itu, perusahaan tersebut juga tergabung dalam Konsorsium Weiming Nusantara New Energy Union bersama Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd.

Di sisi lain, grup milik Prajogo Pangestu melalui PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ikut memburu proyek waste to energy tersebut. Masuknya grup Barito itu dilakukan lewat dua afiliasinya, yakni PT Chandra Capital Indonesia dan PT Chandra Waste Energy. PT Chandra Capital Indonesia tercatat bergabung dalam Konsorsium Bumi Lestari Indonesia bersama Wangneng Environment Co Ltd, Konsorsium Energi Sentosa Indonesia dengan Veolia Environment SA, serta Konsorsium Langit Biru Indonesia bersama PT Bioregen Enviro Tech.

Sementara itu, PT Chandra Waste Energy masuk dalam Konsorsium Langit Cerah bersama QiaoYin City Management Co Ltd dan Konsorsium Masa Depan Energi Indonesia dengan Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc. Konsorsium Nusantara Asri Energi yang berisi PT Chandra Capital Indonesia dengan SUS Indonesia Holding Limited, serta Konsorsium Wangneng Chandra Enviropower yang dibentuk bersama Wangneng Environment Co Ltd, turut melengkapi partisipasi grup tersebut.

Adapun Grup Bakrie ikut masuk dalam proyek WtE melalui PT Bakrie Power. Perusahaan tersebut tergabung dalam Konsorsium Mentari Citra Lestari bersama PT Acritas Karya Persada dan SUS Indonesia Holding Limited.

Selanjutnya, DIM akan menerbitkan Terms of Reference (ToR) kepada peserta yang dinyatakan lulus seleksi DPT BUPP PSEL. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan prosedur tahapan selanjutnya akan disampaikan dalam pemberitahuan terpisah.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar