Iran dengan tegas menolak usulan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata. Ini adalah respons mereka terhadap proposal gencatan sementara dari Amerika Serikat dan Israel yang sedang digodok.
Seorang pejabat Iran, yang enggan disebutkan namanya, mengaku Teheran memang telah menerima draft proposal gencatan senjata selama 45 hari. Saat ini, mereka masih mempelajari dan meninjau isinya dengan saksama. Menurut pejabat itu, sikap Washington justru terlihat kurang siap untuk membicarakan gencatan yang bersifat permanen.
"AS kurang siap untuk gencatan senjata permanen," ujarnya.
Di sisi lain, tekanan dari Gedung Putih terus mengalir. Presiden AS Donald Trump disebut memberikan batas waktu hingga Selasa malam waktu Washington untuk Iran menyetujui kesepakatan. Namun, tenggat itu sepertinya dianggap angin lalu oleh Teheran. Pejabat tadi menegaskan, mereka tak akan terburu-buru mengambil keputusan sepenting ini.
Artikel Terkait
Menteri HAM Janjikan Penguatan Perlindungan Hak Ekonomi Pencipta Lagu dalam RUU Hak Cipta
Idrus Marham Peringatkan Bahaya Narasi Provokatif bagi Stabilitas Nasional
West Ham Pertimbangkan Lapor FIFA Usai Wan-Bissaka Telat dari Perayaan Kongo
Menteri Keuangan Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun