Sementara perundingan berlangsung alot, situasi di lapangan justru semakin memanas. Garda Revolusi Iran (IRGC) lewat sebuah pernyataan di media sosial pada Minggu menyebut, mereka hampir menyelesaikan persiapan operasional. Persiapan ini terkait rencana pemberlakuan kondisi baru di Selat Hormuz jalur air yang nyaris tertutup total sejak konflik meletus.
"Angkatan laut IRGC sedang menyelesaikan persiapan operasional untuk rencana yang diumumkan oleh otoritas Iran untuk tatanan Teluk Persia yang baru," begitu bunyi pernyataan mereka.
Peringatannya jelas: kondisi di selat vital itu tidak akan pernah kembali seperti dulu, khususnya bagi kapal-kapal AS dan Israel. Pernyataan keras IRGC ini bukan tanpa sebab. Ini muncul setelah Presiden Trump memperbarui ancamannya, yakni akan menyerang target seperti pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika selat itu tidak segera dibuka.
Jadi, meski meja perundingan masih ada, kedua belah pihak bersiap untuk skenario terburuk. Ketegangan di Teluk Persia tampaknya masih jauh dari kata reda.
Artikel Terkait
Pemerintah Kaji Pembelajaran Jarak Jauh untuk Mahasiswa Semester Atas
Tito Karnavian: Rehabilitasi Pascabencana Sumatra Ditargetkan Tuntas dalam Tiga Tahun
Menteri HAM Janjikan Penguatan Perlindungan Hak Ekonomi Pencipta Lagu dalam RUU Hak Cipta
Idrus Marham Peringatkan Bahaya Narasi Provokatif bagi Stabilitas Nasional