Senin pagi (6/4/2026) lalu, Istana Kepresidenan Jakarta ramai dengan kedatangan sejumlah pejabat. Mereka dipanggil Presiden Prabowo Subianto untuk sebuah rapat terbatas yang mendesak. Agendanya? Membahas nasib ribuan warga yang rumahnya menempel di bantaran rel kereta api, terutama di kawasan padat seperti Senen, Jakarta Pusat.
Bobby Rasyidin, Dirut PT KAI, terlihat tiba lebih dulu. Kemudian menyusul sederet nama lain: Menteri Perumahan Maruarar Sirait dan wakilnya Fahri Hamzah, Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, hingga Menteri Investasi Rosan Roeslani. Tak ketinggalan, Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid juga hadir. Rapat ini jelas bukan basa-basi. Ini adalah tindak lanjut langsung dari kunjungan Prabowo ke lokasi permukiman bantaran rel pada Maret lalu. Pemerintah bertekad menata kawasan itu, mengganti rumah-rumah liar dengan hunian yang jauh lebih layak dan aman.
Usai rapat, Menteri Maruarar Sirait tampil di depan wartawan. Gayanya tegas. Dia menegaskan bahwa negara harus punya keberanian mengelola aset-asetnya, khususnya tanah-tanah yang selama ini dikuasai pihak lain tapi tak dimanfaatkan dengan baik.
Menurut Maruarar, peninjauan langsung sudah dilakukan di beberapa titik strategis seperti Tanah Abang dan Bandung, bersama tim dari PT KAI. Hasilnya? Banyak sekali lahan negara yang ternyata bisa dioptimalkan untuk membangun rumah.
Langkah konkretnya sudah disiapkan. Bahkan, groundbreaking proyek perumahan di Bandung disebutnya akan segera dimulai. Ini baru permulaan. Dia menyoroti, lahan-lahan strategis serupa banyak tersebar, tak cuma di Jakarta, tapi juga di kota-kota besar lain seperti Medan.
Artikel Terkait
Menteri HAM Janjikan Penguatan Perlindungan Hak Ekonomi Pencipta Lagu dalam RUU Hak Cipta
Idrus Marham Peringatkan Bahaya Narasi Provokatif bagi Stabilitas Nasional
West Ham Pertimbangkan Lapor FIFA Usai Wan-Bissaka Telat dari Perayaan Kongo
Menteri Keuangan Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun