Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan. Bibit Siklon Tropis 91S yang terpantau di Samudera Hindia, tepatnya di selatan Nusa Tenggara Barat, berpeluang besar berubah menjadi siklon tropis. Sistem ini terbentuk sejak dua hari lalu, 21 Januari, dan kini terus diawasi ketat pergerakannya.
Menurut pernyataan resmi BMKG yang dirilis Jumat (23/1), bibit badai ini bergerak lambat ke arah tenggara. Yang perlu diwaspadai, dalam 24 jam ke depan potensinya untuk menguat menjadi siklon tropis dinilai tinggi.
"Bibit Siklon Tropis 91S terpantau di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat dan memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan. Sistem ini bergerak perlahan ke arah tenggara,"
jelas BMKG.
Meski belum menjadi badai penuh, dampaknya sudah terasa. Hingga Sabtu (24/1) pagi pukul 07.00 WIB, cuaca dan perairan di sejumlah wilayah Indonesia bakal terdampak. Intensitas hujan bakal meningkat signifikan, terutama di kawasan timur.
Artikel Terkait
Menteri Dito Usai Diperiksa KPK, Kasus Kuota Haji Kian Panas
Delapan Belas Jembatan Bailey di Aceh Sudah Beroperasi Penuh
Petani Madiun Divonis Percobaan Usai Memelihara Landak Jawa
Di Balik Seragam Loreng: Sentuhan Manusiawi TNI di Tengah Puing Bencana Sumatra