Bibit Siklon Tropis 91S Mengintai, BMKG Siagakan Wilayah Timur

- Jumat, 23 Januari 2026 | 12:00 WIB
Bibit Siklon Tropis 91S Mengintai, BMKG Siagakan Wilayah Timur
Bibit Siklon Tropis 91S Mengancam, BMKG Beri Peringatan Dini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan. Bibit Siklon Tropis 91S yang terpantau di Samudera Hindia, tepatnya di selatan Nusa Tenggara Barat, berpeluang besar berubah menjadi siklon tropis. Sistem ini terbentuk sejak dua hari lalu, 21 Januari, dan kini terus diawasi ketat pergerakannya.

Menurut pernyataan resmi BMKG yang dirilis Jumat (23/1), bibit badai ini bergerak lambat ke arah tenggara. Yang perlu diwaspadai, dalam 24 jam ke depan potensinya untuk menguat menjadi siklon tropis dinilai tinggi.

"Bibit Siklon Tropis 91S terpantau di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat dan memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan. Sistem ini bergerak perlahan ke arah tenggara,"

jelas BMKG.

Meski belum menjadi badai penuh, dampaknya sudah terasa. Hingga Sabtu (24/1) pagi pukul 07.00 WIB, cuaca dan perairan di sejumlah wilayah Indonesia bakal terdampak. Intensitas hujan bakal meningkat signifikan, terutama di kawasan timur.

Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, misalnya, berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat. Sementara itu, Jawa Timur dan Bali juga perlu bersiap untuk hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Tak cuma hujan. Angin kencang diperkirakan akan menerpa wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, serta seluruh kawasan Nusa Tenggara. Bagi yang punya aktivitas di laut, kondisi perairan juga tak kalah menantang.

Gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan seperti Laut Bali, Laut Flores, Selat Bali, Selat Lombok, dan bagian barat Laut Arafuru. Kondisi laut yang lebih kasar, dengan gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter, diprediksi melanda perairan selatan Jawa Barat hingga NTT, Laut Sawu, serta wilayah Samudera Hindia di selatan Jawa Barat hingga NTT.

Intinya, masyarakat di wilayah-wilayah tersebut diminta untuk lebih waspada. Terutama bagi nelayan dan mereka yang beraktivitas di pesisir, pantau terus perkembangan informasi dari BMKG. Cuaca ekstrem bisa datang tiba-tiba.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar