Pasar saham Indonesia masih lesu. Pada perdagangan Senin (16/3/2026), IHSG kembali melemah, terkikis 1,61% ke posisi 7.022. Tekanan jual masih terasa sangat kuat, mendominasi pergerakan indeks sepanjang hari.
Menurut analis MNC Sekuritas dalam riset hariannya, target koreksi yang sudah lama diisyaratkan akhirnya tercapai juga. Pelemahan yang beruntun ini sepertinya membawa IHSG ke fase yang sudah diprediksi.
Secara teknikal, situasinya begini: posisi IHSG saat ini kemungkinan besar adalah bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam. Atau, kalau pakai label merah, bisa juga disebut sebagai wave (2). Intinya, pergerakannya masih dalam kerangka koreksi.
Dengan pola seperti ini, bukan tak mungkin IHSG akan melanjutkan koreksinya lebih dalam. Analis memproyeksikan pergerakan selanjutnya bisa mengarah ke rentang 6.745–6.887. Di sisi lain, kalau ada penguatan jangka pendek, area 7.115–7.176 patut diwaspadai sebagai penghalang.
Singkatnya, level support kunci ada di 6.843 dan 6.745. Sementara itu, untuk bisa bernapas lega, indeks harus mampu menembus resistance di 7.117 atau bahkan 7.239.
Beberapa Rekomendasi Saham
BBCA – Buy on Weakness
BBCA ikut terseret, turun 1,82% ke 6.750 dengan tekanan jual yang jelas. Saham ini diperkirakan sedang berada di bagian dari wave (y) dari wave [ii].
Rekomendasi beli di area 6.600–6.700. Target harga bisa dilihat di 6.925 dan 7.275. Tapi hati-hati, stoploss ditaruh di bawah 6.525.
INDY – Buy on Weakness
Artikel Terkait
Dua Perempuan Tewas Tertindas Truk Tronton di Jalan Nasional Mojoagung
Hetifah Sjaifudian Tegaskan AI Hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Jurnalis
DJP Catat Lebih dari 8 Juta Laporan SPT Tahunan 2025 Hingga Tenggat
Timnas Futsal Indonesia Umumkan 19 Pemain untuk Persiapan ASEAN Championship 2026