Budi menegaskan, setiap laporan warga itu penting untuk perbaikan layanan publik. Karena itu, integritas dalam menindaklanjutinya adalah harga mati.
“Kami sangat menyesalkan kejadian ini karena mencoreng nama baik dan kinerja para petugas di lapangan yang selama ini telah bekerja dengan dedikasi tinggi dan responsif,”
katanya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus melaporkan permasalahan di wilayahnya. Kami juga sangat mengapresiasi apabila masyarakat turut mengecek hasil tindak lanjut dan memberikan masukan untuk perbaikan ke depan,”
sambung Budi.
Lantas, bagaimana cerita awalnya?
Masalah ini ramai setelah seorang pengguna Threads bernama @seinsh mengeluh. Ia mengaku sudah protes langsung, lapor ke kelurahan, tapi masalah parkir liar di Pasar Rebo itu tak kunjung selesai. Frustasi, ia coba laporkan lewat JAKI. Hasilnya? Malah dikirimi foto editan AI sebagai bukti penyelesaian.
Dua foto yang diterima @seinsh itu memang mencurigakan. Foto pertama menunjukkan mobil terparkir liar. Foto kedua, mobilnya menghilang. Tapi tampilannya janggal, seperti hasil olahan digital, bukan jepretan di lokasi kejadian.
"Ngurus masalah parkir liar di jalan kelurahan itu gimana ya? Warga protes langsung ke pelaku tidak berhasil, udah lapor ke tingkat kelurahan tidak selesai dan coba lapor lewat JAKI malah dikasih bukti palsu hasil edit AI (terlampir). Ada prosedur lain nggak ya?"
tulis @seinsh dalam unggahannya yang kemudian viral.
Artikel Terkait
ATR/BPN Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Pengukuran Tanah
Konflik Timur Tengah Paksa Industri Plastik Nasional Hitung Ulang Biaya Produksi
Industri Plastik Waspadai Rantai Pasok Membengkak Imbas Diversifikasi Bahan Baku
Mentan Siapkan Lima Strategi Mitigasi Hadapi Ancaman El Nino 2026