Sudah lima hari berlalu, namun situasi di dua kecamatan di Tapanuli Utara masih sangat memprihatinkan. Bupati setempat, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, mengungkapkan bahwa dua belas desa masih benar-benar terisolasi pasca-banjir. Akses jalan, listrik, dan komunikasi sama sekali terputus.
Dua kecamatan yang paling parah terdampak adalah Parmonangan dan Adiankoting. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Tapanuli Tengah, dan kerusakan parah pada jalan penghubung telah memutus akses satu-satunya ke sana dan juga ke Tapanuli Selatan.
Dalam Rakor Penanganan Darurat Bencana yang digelar Minggu (30/11/2025), Jonius menjelaskan situasinya.
"Jadi ada di Kecamatan Parmonangan ada dua tempat, kemudian di Adiankoting juga ada dua tempat. Dan mereka ini kalau dikumpulkan ada sekitar 12 desa," ujarnya.
Ia melanjutkan dengan nada khawatir, "Beberapa desa sama sekali putus kontak. Jalan tidak bisa, listrik padam, komunikasi juga tidak ada. Ini sudah hari kelima kami bekerja bersama TNI dan Polri."
Upaya membuka akses darat pun masih terhambat. Jonius menyebutkan bahwa dari total 38 kilometer jalan yang harus dibuka, baru 30 kilometer yang berhasil ditembus. Itu artinya, satu-satunya jalur menuju Tapanuli Tengah dari Taput masih terhambat di titik-titik tertentu.
Artikel Terkait
Pencarian Kerang Berujung Mencekam, Tiga Remaja Temukan Granat di Sungai Parung
Mantan Gubernur Maluku Said Assagaff Wafat, Airlangga Kenang Sosok Pejuang Keras
390 Personel Polda Riau Diterjunkan ke Titik Terparah Bencana Agam
Korban Tewas Banjir Bandang Agam Capai 148 Jiwa, Proses Identifikasi Berlanjut